Berita Antariksa Terbaru: Kabar Langit 2
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Kabar Langit 2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kabar Langit 2. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 April 2011

Pesawat Antariksa SpaceX Ditolak Masuk ISS

Pesawat Antariksa SpaceX Ditolak Masuk ISS

Pesawat Antariksa SpaceX Ditolak Masuk ISS.Rusia tidak mengijinkan pesawat luar angkasa komersial milik perusahaan Amerika Serikat SpaceX merapat ke stasiun luar angkasa internasional (ISS) hingga mereka dianggap memenuhi standar keamanan yang diperlukan.

Hal itu diungkapkan oleh Alexei Krasnov, Supervisor of Manned Missions Badan Antariksa Rusia, kepada kantor berita Rusia, seperti dikutip oleh Associated Press

Krasnov mengatakan bahwa masalah keamanan harus dituntaskan terlebih dahulu sebelum kapsul SpaceX boleh merapat ke stasiun luar angkasa internasional, yang pengoperasiannya merupakan hasil kerja sama gabungan antara AS, Rusia, dan 14 negara lainnya.

SpaceX merupakan salah satu perusahaan swasta yang fokus bergerak di penerbangan luar angkasa, setelah pemerintah Amerika Serikat menyerahkan penerbangan misi luar angkasa kepada pihak swasta. Perusahaan ini didirikan pada 2002 oleh pengusaha internet asal Afrika Selatan, Elon Musk. 


Dalam sebuah uji coba pada 8 Desember 2010, lalu SpaceX berhasil meluncurkan pesawat luar angkasa Dragon mereka ke orbit dengan menggunakan roket Falcon 9.

Kabarnya, selama ini SpaceX telah mengeluarkan kocek sebesar US$600 juta (sekitar Rp 5,4 triliun) untuk pengembangan pesawat antariksa Dragon dan roket Falcon.

Setelah pesawat luar angkasa AS pensiun, NASA akan sepenuhnya tergantung pada pesawat luar angkasa Soyuz milik Rusia untuk mengangkut astronot-astronot mereka dari dan ke stasiun luar angkasa Internasional (ISS). 

Diperkirakan ini membutuhkan biaya lebih dari US$753 juta atau Rp 6,5 triliun per tahun. Atau sekitar US$63 juta Rp 543 miliar per kursi. Sementara, Elon Musk mengatakan, kapsul Dragon yang didesain mengangkut 7 astronot setiap saat dengan biaya sebesar US$20 juta per kursi atau US$140 juta per misi.  

Selama ini, SpaceX yang bermarkas di California, telah mendapat restu dari NASA untuk mengirimkan kapsul berisi kargo ke ISS, yang rencananya akan berangkat pada akhir tahun ini. Namun, ijin tersebut juga butuh persetujuan dari pihak Rusia.

SpaceX sendiri akan menerbangkan sedikitnya 12 misi luar angkasa untuk membawa kargo ke dan dari stasiun luar angkasa internasional sebagai bagian dari kontraknya dengan NASA.

Pesawat Antariksa SpaceX Ditolak Masuk ISS Pesawat Antariksa SpaceX Ditolak Masuk ISS Pesawat Antariksa SpaceX Ditolak Masuk ISS Pesawat Antariksa SpaceX Ditolak Masuk ISS Pesawat Antariksa SpaceX Ditolak Masuk ISS Pesawat Antariksa SpaceX Ditolak Masuk ISS

Minggu, 24 April 2011

Ditemukan 122 Bintang Kembar Baru

Ditemukan 122 Bintang Kembar Baru

Ilmuwan NASA melalui Solar Terrestrial RElations Observatory (STEREO) telah menemukan 122 bintang kembar yang cahayanya sudah memudar, serta mengamati ratusan bintang lainnya.

Seperti yang dikutip dari New Kerala, Sabtu (23/4/2011), tim yang melakukan penelitian ini berasal dari Open University, University of Central Lancashire dan Science and Technologies Facilities Council Rutherford Appleton Laboratory.

"Sangat menginspirasi bekerja dengan STEREO, yang dirancang untuk mengajarkan kita mengenai pengaruh Matahari pada tata surya. Kehebatan dari STEREO adalah bisa mendeteksi tata surya lain," ujar Joseph Gurman, ilmuwan dari Goddard Space Flight Center, mengenai proyek STEREO.


"Heliospheric Imager dari STEREO dirancang untuk mengukur secara akurat sampai perubahan terkecil dari bintang yang paling terang.

Temuan ini dipresentasikan di acara Royal Astronomical Society's National Astronomy Meeting di LIandudno, Wales, pada tanggal 19 April 2011.

Rabu, 13 April 2011

Aktivitas Bintik Matahari

Aktivitas Bintik Matahari

Ilmuwan Badan Antariksa AS (NASA) berhasil menangkap citra terbaik aktivitas bintik matahari dalam jarak dekat. Pada gambar bergerak itu nampak gas-gas berkekuatan luar biasa menciptakan bintik matahari raksasa.

Percaya atau tidak, gambar ini diambil ketika aktivitas di permukaan Matahari relatif tenang. Tak hanya terpusat di satu spot, bintik matahari bergerak di seluruh permukaan.

Area yang mengeluarkan cahaya terang dekat horison dinamakan AR 9169, yakni sekelompok bintik matahari dari siklus terakhir.

Daerah yang terlihat gelap dan dingin diestimasi mencatat temperatur hingga ribuan derajat Celcius. Sedangkan gas bersinar yang terang di sekitar bintik matahari memiliki suhu lebih dari satu juta derajat Celcius.

Suhu yang tinggi di matahari sampai sekarang masih menjadi misteri. Selama ini, dugaan terkuat adalah disebabkan oleh perubahan putaran medan magnet yang sangat cepat yang membuat plasma surya.




Citra di bawah ini tertangkap pertama kali oleh satelit Transition Region and Coronal Explorer milik NASA.
Seperti diketahui, 1 Maret silam, letusan bintik matahari sempat kacaukan frekuensi radio telekomunikasi di Bumi. Dan, kemungkinan gangguan itu tidak berhenti di situ.

Ancaman terhadap Bumi akan meningkat tahun ini karena matahari tengah memasuki masa paling aktif dalam siklus alaminya selama 11-12 tahun terakhir. Terakhir kali, aktivitas matahari terbesar terjadi pada tahun 2001.

Ketika itu, sekitar bulan Februari, dunia terkena dampak ledakan bintik matahari. Letusan yang disinyalir terkuat dalam 5 tahun terakhir itu mengirimkan arus plasma yang mengarah ke Bumi dengan kecepatan 580 mil per detik.

Dikutip dari Daily Mail, Selasa 12 April 2011, badai itu menciptakan citra aurora yang spektakuler dan berhasil mengganggu komunikasi radio di Bumi.

Badai ini bukan sesuatu yang baru. Letusan bintik matahari terbesar justru tercatat oleh astronom Inggris, Richard Carrington, pada tahun 1859.

Selasa, 12 April 2011

Ditemukan, Jalan Lolos dari Black Hole

Ditemukan, Jalan Lolos dari Black Hole

Sebuah unsur yang sangat panas telah terdeteksi oleh observatorium sinar gamma integral milik European Space Agency, dalam hitungan milidetik sebelum ia terjerumus ke ruang antah berantah di dalam lubang hitam (black hole).

Temuan ini mengungkapkan adanya sebuah struktur medan magnet yang menyediakan kesempatan lolos bagi partikel-partikel yang disedot oleh black hole.

Dari pengamatan, beberapa ratus kilometer dari pusat lubang hitam, ruangan di sekitar merupakan kawasan penuh badai partikel dan radiasi. Badai raksasa yang terdiri dari partikel jatuh ke dalam lubang hitam dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya. Akibatnya, temperatur naik ke angka jutaan derajat Celcius.


Umumnya, dibutuhkan hanya satu milidetik saja bagi partikel untuk mencapai titik tersebut. Namun kini astronom mendapati bahwa kawasan yang bergejolak itu juga memiliki medan magnet yang menyediakan jalan keluar bagi partikel yang terhisap.

“Temuan adanya emisi yang terpolarisasi dari pancaran black hole adalah temuan unik,” kata Christoph Winkler, Integral Project Scientist ESA, seperti dikutip dari Cosmosmagazine, 8 April 2011. “Ini pertamakalinya medan magnet teridentifikasi sangat dekat dengan lubang hitam,” ucapnya.

Penemuan itu sendiri diawali ketika Philippe Laurent, ketua tim peneliti dari Institute for Research into the Fundamental Laws of the Universe (IRFU) di Perancis tengah mengamati black hole Cygnus X-1. Ketika itu, Laurent dan rekan-rekannya melihat bahwa ia sedang menggerogoti sebuah bintang yang ada di dekatnya dan “memakan” gas milik bintang itu.

Dari bukti yang mereka temukan, terungkap bahwa medan magnet yang ada cukup kuat untuk merebut sebagian partikel dari gaya gravitasi raksasa milik lubang hitam dan melemparkannya ke luar, membuat sebuah semburan partikel ke ruang angkasa bebas.

“Kami perlu menggunakan hampir seluruh pengamatan yang telah dibuat oleh Integral terhadap Cygnus X-1 untuk melakukan pendeteksian ini,” kata Laurent. “Kami belum mengetahui persis bagaimana partikel yang jatuh diubah menjadi semburan. Masih banyak perdebatan yang terjadi di kalangan pengamat, dan penelitian lebih lanjut akan membantu membuat kesimpulan,” ucap Laurent.

Sebelum ini, semburan di sekitar black hole pernah ditangkap oleh teleskop radio, namun observasi seperti itu tidak bisa melihat black hole dalam detail yang cukup untuk mengetahui seberapa dekat black hole itu dengan sumber semburan. “Ini membuat penelitian integral menjadi sangat berharga,” ucap Laurent.

Senin, 11 April 2011

Asteroid Buntuti Bumi Sejak 250 Ribu Tahun

Asteroid Buntuti Bumi Sejak 250 Ribu Tahun

Apostolos Christou dan David Asher, astronom dari Armagh Observatory, Irlandia Utara menyatakan bahwa asteroid yang beberapa waktu lalu ditemukan, ternyata telah mengikuti Bumi dengan pergerakannya sendiri mengelilingi Matahari setidaknya selama 250 ribu tahun terakhir.

Asteroid bernama 2010 So16 yang memiliki diameter beberapa ratus meter itu juga merupakan asteroid terbesar yang berada di sekitar Bumi. Diperkirakan, asteroid ini memiliki hubungan erat dengan asal muasal planet Bumi.

Menurut para astronom, ia akan terus memantau pergerakan Bumi setidaknya untuk 100 ribu hingga jutaan tahun ke depan. Temuan ini sendiri dipaparkan dalam jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society.

“Jarak rata-rata asteroid ini dengan Matahari identik dengan jarak Bumi dengan Matahari,” kata Christou, seperti dikutip dari Cosmosmagazine, Senin 11 April 2011. “Menariknya, orbit asteroid ini juga sangat serupa dengan orbit Bumi,” ucapnya.


Namun demikian, jalur yang diambil asteroid ini tidak serupa dengan Bumi. Dalam perjalanannya mengelilingi Matahari, ia membuat jalur yang berbentuk seperti sepatu kuda.

“Asteroid 2010 So16 membutuhkan waktu 175 tahun untuk menyelesaikan perjalanan dari ujung satu ke ujung lainnya pada jalur sepatu kuda tersebut,” kata Christou.

Asteroid ini, Christou melanjutkan, melambat saat memasuki orbit karena lebih jauh dari Matahari dibandingkan dengan Bumi. “Ketika kecepatan asteroid itu seimbang dengan kecepatan Bumi, Bumi tidak menariknya,” ucapnya. “Tidak tertariknya asteroid oleh gravitasi Bumi membuat asteroid itu menjadi lebih dekat dengan Matahari dan itu membuat So16 mendapat kecepatan tambahan.”

Saat ini, asteroid tersebut berada di salah satu titik yang terdekat dengan Bumi. Diperkirakan, asteroid ini dapat dilihat dalam beberapa dekade ke depan.

Selasa, 29 Maret 2011

Suhu Bintang

Menurut sebuah penelitian terbaru, sebuah bintang yang ditemukan berjarak 75 tahun cahaya, panasnya tidak lebih dari secangkir kopi.

Sebuah bintang dengan nama CFBDSIR 1458 10b bisa disebut sebagai 'bintang yang gagal', karena mereka memiliki panas seperti bintang namun tidak memiliki massa yang cukup untuk memicu fusi nuklir pada inti bintang. Demikian seperti yang dikutip dari The Daily Star, Senin (28/3/2011).

Dengan suhu permukaan sekira 97 derajat celcius, bintang yang baru ditemukan ini merupakan bintang coklat terdingin yang pernah ditemukan.

"Selama bertahun-tahun, meski lambat, tapi telah dilakukan pencarian terhadap bintang bersuhu rendah," ujar Michael Liu, seorang ahli astronomi dari University of Hawai.


"Bintang bersuhu rendah yang paling baru ini memcahkan rekor sebelumnya, yaitu 150 derajat celcius," tambah Liu.

Bintang CFBDSIR 1458 10b memiliki estimasi massa hanya 6 kali dari planet Jupiter.

"Penemuan ini juga memberi tambahan pengertian mengenai bintang dan planet," jelas Lui.

"Sebagai contoh, temperatur planet Jupiter sekira 149 derajat celcius, akan tetapi para ahli astronomi juga menemukan planet menyerupai Jupiter di sistem tata surya lain yang bersuhu 538 derajat celcius," kata Lui.

Kamis, 27 Januari 2011

Ditemukan Galaksi Tertua

galaksi tertuaSekelompok ahli astronomi mengklaim telah menemukan galaksi, yang diyakini terbentuk ketika alam semesta masih 'balita'.

Kilasan cahaya yang tertangkap dari teleskop Hubble yang mengorbit memperkirakan, usia galaksi itu mencapai 13,2 miliar tahun. Artinya galaksi tersebut terbentuk ketika alam semesta baru berusia 480 juta tahun, atau tidak lama setelah Ledakan Besar (Big Bang) terjadi.

Galaksi yang baru ditemukan itu, UDFj-39546824, terlihat di sektor kecil di langit yang disebut sebagai Hubble Ultra-Deep Field dalam pemindaian selama 87 jam pada periode 2009 dan 2010.

"Penemuan ini melebihi kapabilitas kami tapi kami menghabiskan beberapa bulan untuk mengujinya. Jadi sekarang kami merasa cukup yakin," cetus Illingworth seperti dikutip Telegraph, Kamis (27/1/2011).


Ahli astronomi menganalisa usia galaksi tersebut dengan mengukur kecepatan gelombang cahaya yang disebut redshift. Semakin tinggi angka redshift yang dimiliki berarti objek tersebut semakin tua.

UDFj-39546824 diketahui memiliki redshift hingga 10,3, yang berarti melebihi redshift galaksi tua lainnya yang ditemukan Oktober lalu, yang rata-rata hanya 8,6.

Profesor astronomi dan astrofisika Universitas California, Garth Illingworth meyakini masih ada galaksi-galaksi lain yang lebih tua di luar sana. Namun galaksi tersebut baru bisa dideteksi melalui sensor teleskop yang lebih canggih dari Hubble.

Meski berusia cukup tua galaksi ini berukuran jauh lebih kecil dibandingkan galaksi-galaksi yang terbentuk setelahnya. Bima Sakti sendiri memiliki ukuran seribu kali lebih besar.

"Kami semakin dekat dengan galaksi-galaksi pertama, yang kami pikir terbentuk sekira 200 hingga 300 juta tahun setelah Big Bang," pungkas Illingworth.

Minggu, 23 Januari 2011

Betelgeuse : Bintang Paling Terang Di Langit, Meledak Tahun 2011 Ini

Betelgeuse
Tahun ini, bumi bisa saja memiliki matahari kedua selama satu hingga dua pekan. Fenomena supernova itu akan terjadi ketika salah satu bintang paling terang di langit, Betelgeuse, meledak.

Seperti dilansir Daily Mail, Sabtu (22/1/2011), usia Betelgeuse, yang merupakan bagian dari konstelasi Orion (640 tahun dari bumi), akan segera berakhir. Disinyalir, bintang raksasa merah itu bakal meledak, dalam kurun tahun ini.

Ketika itu terjadi, peristiwa itu disebut-sebut akan menjadi ‘pertunjukan cahaya’ paling spektakuler bumi terbentuk. Begitu terangnya cahaya akibat supernova, bumi seolah-olah memiliki dua matahari, dimana langit malam juga akan terang seperti siang hari.

Meski begitu, para peneliti belum berani memastikan kapan tepatnya Betelgeuse meledak.


Pengajar fisika senior di Universitas Southern Queensland Australia, Brad Carter, mengklaim, ledakan itu bisa saja terjadi sebelum 2011 berakhir. Namun, mungkin saja Betelgeuse baru akan meledak pada tahun-tahun mendatang.

"Bintang tua ini sudah kehilangan ‘bahan bakar’ yang memungkinkannya tetap bersinar. Ketika bahan bakar ini habis, bintang akan mati dengan sendirinya dan itu akan terjadi sangat cepat," jelas Carter.

"Ini adalah peristiwa terakhir yang akan dialami bintang. Ketika bintang meledak, kita akan melihat cahaya yang sangat terang untuk beberapa pekan. Kemudian, dalam kurun beberapa bulan ke depan, cahaya itu mulai memudar dan pada akhirnya akan sulit dilihat," pungkasnya.

Matahari

[Matahari][recentbylabel2]

Planet

[Planet][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done