Berita Antariksa Terbaru: Komet
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Komet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Komet. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Mei 2019

Perbedaan Asteroid, Komet dan Meteorid

asteroid

Dalam pandangan Near Earth Object Program NASA, asteroid adalah benda berbatu yang ukurannya relatif kecil dan tidak aktif serta mengorbit Matahari.

Komet, juga memiliki ukuran relatif kecil, akan tetapi terkadang merupakan suatu benda aktif yang menguapkan es yang dimilikinya ketika terkena sinar matahari dan kemudian membentuk atmosfir (coma) yang terdiri dari atas debu dan gas. Terkadang, dikarenakan komet bergerak sangat cepat, maka terbentuklah ekor yang terdiri atas debu dan atau gas.

Sedangkan Meteorid adalah partikel kecil yang terlepas dari komet ataupun asteroid. Di antara ketiga benda ini, asteroid adalah benda yang paling menarik untuk dipelajari para ilmuwan.
Sebagaimana diketahui, sampai saat ini, ilmuwan belum dapat memahami seluruhnya bagaimana kehidupan awal terbentuk dari zat organik yang tidak hidup, bisa tumbuh dan berkembang di Bumi. Dari mempelajari asteroid, dapat diketahui informasi dan penjelasan lebih banyak.

Sebagaimana tertuang dalam Fox News, 30 Juni 2011, asteroid seperti 2 Pallas dan 10 Hygiea, yang diyakini pernah memiliki air, tampak memiliki senyawa organik (berbasis karbon) di dalamnya.

Pada saat ini, asteroid tersebut mempunyai komposisi kimia yang lebih primitif (jadul)bila dibandingkan dengan Bumi. Kondisinya serupa atau mirip dengan pada saat tata surya kita masih baru terbentuk. Pendapat ini dikatakan oleh Carol Raymond, Deputy Principal Investigator NASA. Dia juga mengatakan bahwa dengan mempelajari asteroid, dapat diketahui bagaimana kehidupan bisa muncul di planet ini.

Raymond menyebutkan, ada beberapa kondisi yang menjadikan Bumi sangat kondusif bagi kehidupan di masa lalu. “Selain itu, ilmuwan berpendapat bahwa asteroid yang mendarat di Bumi pada zaman dahulu kala telah memberikan materi pembentuk yang membantu memulai kehidupan di planet ini,” ucapnya.

Senin, 27 Mei 2019

Video Komet Kamikaze ke Matahari

video-komet-kamikaze-ke-matahari

Komet Kamikaze ke Matahari. Sebuah komet yang belum sempat diberi nama melakukan aksi kamikaze dengan menabrakkan diri ke Matahari (Comet Death Dive Into Sun) pada 5 Juli 2011 pekan lalu. Berdasarkan hasil penelitian, komet tersebut diperkirakan terbuat dari bahan es.

Para peneliti mengatakan bahwa sebagian besar komet sungrazer yaitu komet yang bergerak sangat dekat dengan matahari, diyakini berasal dari pecahan-pecahan komet raksasa yang hancur beberapa abad yang lalu.

Komet sungrazer yang umumnya terbuat dari debu, bebatuan, dan es, sangat jarang terdeteksi saat di dekat Matahari. Hal ini dikarenakan cahaya mereka tertutup oleh terangnya solar disk atau piringan cahaya yang berada di sekeliling matahari.




Minggu, 19 Februari 2017

Tahun 2013, Komet Baru Telah Melintasi Bumi

C/2011 L4 (PANSTARRS)

Komet Baru bernama C/2011 L4 (PANSTARRS)

Tahun 2013 lalu, sebuah komet baru dengan nama C/2011 L4 (PANSTARRS) talah melintasi Bumi  dan dapat dilihat dengan tanpa menggunakan alat apapun kecuali dengan mata telanjang.

Komet C/2011 L4 (PANSTARRS) berhasil dideteksi oleh teleskop Pan-STARRS 1 di Hawaii. Kemudian penemuan tersebut ditindaklanjuti dengan penelitian beberapa hari sesudahnya.

Komet C/2011 L4 (PANSTARRS) tersebut telah mendekat dengan jarak kurang lebih 50 juta km dari Matahari. Peristiwa ini terjadi pada bulan Februari atau Maret 2011. Jarak tersebut adalah sebuah jarak yang sama dengan planet Merkurius.

Dalam jarak terdekatnya itu, komet C/2011 L4 (PANSTARRS) terlihat dari Bumi di langit sebelah barat setelah matahari terbenam (sunset).

Komet C/2011 L4 (PANSTARRS) tersebut mempunyai orbit mirip dengan sistem parabolik, hal ini berarti bahwa komet tersebut adalah kali pertama mendekati matahari dan kemudian atau setelah mendekati Matahari tidak akan kembali lagi.

Pada Saat ini, C/2011 L4 (PANSTARRS) masih berjarak 1,2 miliar km dari Matahari, dan masih berada di belakang orbit planet Jupiter. Jadi, sekarang ini cukup sulit bagi ilmuwan untuk melihatnya.

Teleskop Pan-STARR 1 pada saat menemukan komet baru tersebut sedang meneliti hal lain, yaitu meneliti langit tentang kemungkinan ancaman asteroid yang membahayakan Bumi. Tanpa diduga sebelumnya,ditemukanlah komet C/2011 L4 (PANSTARRS). Sifat dari komet ini adalah tidak membahayakan bumi.

Dalam beberapa waktu ke depan, para ahli astronomi akan terus mempelajari komet C/2011 L4 (PANSTARRS) tersebut.

Matahari

[Matahari][recentbylabel2]

Planet

[Planet][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done