Berita Antariksa Terbaru: Hisab dan Rukyat
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Hisab dan Rukyat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hisab dan Rukyat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Juni 2011

Software Falakiyah

Software Falakiyah

Di bawah ini adalah beberapa software yang terkait dengan ilmu falak. Sahabat Kabar Langit silahkan untuk download dan selanjutnya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Sangat berguna untuk menambahk wawasan kita tentang Ilmu Falak.

1. Stellarium
stellarium_pakarfisika.jpg
Software ini cukup mudah digunakan. Dengan menggunakan software Stellarium ini, serasa kita sedang berada dalam Planetarium dan menjadi astronom.

Software ini ggratis sepenuhnya dan bisa di-download di http://www.stellarium.org


2. Accurate Times Versi 5.1 © Mohammad Odeh
accurate_pakarfisika.jpg
Merupakan program terintegrasi untuk menghitung dan menentukan waktu pada aplikasi ibadah sehari-hari. Program yang disusun oleh Mohammad Odeh dari Jordanian Astronomical Society (JAS) memiliki kemampuan menghitung :
1. Waktu Shalat ( Fajar, Suruq, Zuhur, Ashar, Magrib dan Isya)
2. Fase Bulan (Geosectri dan Toposentrik)
3. Waktu Matahari (Terbit, Transit, Tenggelam, Twilight)
4. Waktu bulan (Terbit, Transit, Tenggelam)
5. Data Visibilitas Hilal “old & new moon”
6. Peta Visibilitas Hilal Dunia “old & new moon”
7. Ephemeris bulan dan matahari
8. Arah kiblat dari suatu lokasi
9. Waktu menentukan arah kiblat dengan bayangan mahari
10. Konversi Kalender Masehi – Hijriyah dan sebaliknya
11. Menyuarakan adzan saat waktu shalat tiba
12. Alarm menjelang waktu shalat
Menurut pembuatnya program ini memiliki tingkat akurasi yang tinggi dan hanya berselisih beberapa detik dari data almanak astronomi.

3. CyberSky 3.3.1
cybersky331_pakarfisika.jpg
Software ini sangat sederhana, karena bisa dijalankan di komputer model/spesifikasi yang tidak terlalu tinggi. Kemampuan komputer yang kita perlukan adalah sebagai berikut.
Microsoft Windows 98, atau di atasnya.
RAM 32 MB atau lebih
Hard-disk kosong 2 MB
Resolusi monitor 800×600 atau lebih

Bagi yang ingin coba silahkan ambil / download [di sini].
Bagi yang ingin coba versi 4.0.3 silahkan ambil / download [di sini].

4. Starrynight
snp6.jpg
Software ini ada dua yang biasa CASA gunakan, yakni Starrynight Digital Download atau Backyard dan Starrynight Pro. Bedanya, kalau SNDD atau SNBY fitur dan databsenya simple atau sederhana. Sedang yang Pro amat luar biasa.
Yang pasti, software ini membutuhkan spek komputer berbasis grafis tinggi. Bahkan ada software prasyarat yakni DirectX dan QuickTime. Software ini ada perlu serial key, dan download masternya dari http://www.starrynight.com
Starrynight terbaru koleksi CASA dapat dibaca juga [di sini]
Screen shot Starrynight Backyard:
snby_pakarfisika.jpg
Bagi yang ingin coba silahkan ambil / download Starrynight Backyard [di sini].
Sekali lagi, software ini punya pra software, yakni: DirectX dan QuickTime.
Software QuicTime 7.1.3 bisa diambil / download [ di sini ].
Software DirectX9 bisa diambil / download [ di sini ].
Setelah ke dua software pra ini terinstall baru kemudian instal kan starrynight backyard nya. Bila ada kesulitan, silahkan menghubungi Pengasuh CASA atau bisa langsung kepada Senior dan Penasihat CASA di Markaz JAC.

5. Mawaqit
mawaqit_pakarfisika.jpg
Sesuai namanya, Mawaqit adalah software yang berfungsi menghitung:
a. Jadwal waktu sholat
b. Arah kiblat
c. Kapan gerhana matahari dan bulan
d. Jarak kota ke ka’bah
e. dan lain-lain…
Bagi yang ingin mencoba ambil / download [di sini].

6. Jadwal Waktu Sholat
rhi_excel.jpg
Software ini sebenarnya di bawah aplikasi MS Excel. Jadi lebih sederhana dan tidak membutuhkan spek Komputer yang macam2. Pokoknya asal ada MS Excelnya maka jalanlah… Sebaiknya yangsudah disett makro-nya. Software/aplikasi ini dirancang oleh Fikrizuhara Muzakkin dari RHI Lamongan.
Beberapa fungsi antara lain:
- Jadwal Waktu Sholat
- Jarak ke Ka’bah
- Arah kiblat
Bagi yang belom punya dapat ambil / download [di sini].

7. Hisab : Gerhana & Konversi Kalender
rhi_hisab_gerhana_konversi.jpg
Hisab: Gerhana dan Konversi Kalender
Masih merupakan kelanjutan dari software karya Fikrizuhara Muzakkin dari RHI Lamongan, pada aplikasi under MS Excel kali ini kita dapat melakukan perhitungan untuk melihat Gerhana sejak tahun 1900 – 3000. Disamping bisa sekaligus melihat konversi kalender Masehi dan hijriyah bahkan ada hari pasaran-nya lhoo. Penggunaanya sangat mudah tinggal gerakkan mouse, lalu semuanya akan tampil. Memang masih awal, sehingga feature masih menunggu sentuhan tangan2 orang seni, tapi yang Islami tentunya.
Tampilan BAR pada aplikasi ini, akan dimulai atau start dari tanggal 1 Januatri 1900 M = 27 Sya’ban 1317 H pada hari Ahad Legi, hanya masih error di data bagian bawahnya. Data baru bisa terbaca mulai tanggal 9 Januari 1900 M = 6 Ramadhan 1317 H pada hari Senin Wage. Hal ini karena data bawah baru mulai ada event pada tgl 2 Januari 1900 M yakni Ijtimak pada jam 20:50:42 WIB.
BAR terakhir akan berakhir (mungkin sementara ..) tanggal 13 Pebruari 3001 M = 27 Rojab 2452 H pada Jum’at Pahing.
Bagi yang belom punya dapat ambil / download [di sini] .
Link Lain:
Berikut Link yang bisa kita akses untuk Free Astronomical Software:
  1. Astronomy One
  2. Star Gazing
  3. Home Planet

Sabtu, 04 Juni 2011

Rumus Konversi Kalender Miladi dan Hijri

Rumus Konversi Kalender Miladi dan Hijri

hilal
Oleh : Fikrizuhara Muzakkin

Rumus Konversi Kalender dari Miladi ke Hijri. Rumus Konversi Kalender dari Hijri ke Miladi. Rumus Excel Konversi Kalender Miladi dan Hijri dan sebaliknya.

1. Konversi Kalender Hijri menjadi Miladi


Rumus atau formula umum konversi kalender Hijri menjadi Miladi, jika Y = tahun, M = bulan dan D = hari (tanggal) Hijri adalah sebagai berikut :


Miladi = INT((11*Y+3)/30)+354*Y+30*M-INT((M-1)/2)+D-466963,5

Anggaplah kita sudah membuka software MS Excel dan berada pada Sheet1 atau sheet manapun. Misalkan dalam sel C3, C4 dan C5 masing-masing berisi data tahun, bulan dan hari (tanggal), atau dengan kata lain data tahun, bulan dan hari (tanggal) Hijri masing-masing berada dalam sel C3, C4 dan C5.

Sebagai contoh isikan dalam sel C3 dengan 1432, sel C4 dengan 5, dan C5 dengan 22. Artinya tanggal 22 Jumadil Ula 1432 H.

Untuk mengkonversi data tahun, bulan dan hari kalender Hijri tersebut menjadi Kalender Miladi, dengan MS Excel kita bisa mengaplikasikan formula di atas dengan mengetik di dalam sel manapun, misalkan pada sel B6 dengan formula sebagai berikut:

=INT((11*C3+3)/30)+354*C3+30*C4-INT((C4-1)/2)+C5-466963,5

Jika benar maka hasilnya adalah : 40659,5 dalam format umum (General), atau dalam format tanggal (Date) adalah : 26 April 2011

Artinya tanggal 22 Jumadil Ula 1432 H bersamaan dengan Selasa, 26 April 2011 M.


2. Konversi Kalender Miladi menjadi Hijri

Adapun formula konversi kalender Miladi menjadi Hijri, tidak sesulit rumusan di atas karena dalam MS Excel sudah disediakan bagi yang menginginkannya.

Dalam contoh ini kita gunakan data kalender Miladi di atas, yaitu data yang berada di sel B6 hasil konversi dari kalender Hijri. Data tersebut kita balik, kita konversi menjadi kalender Hijri kembali, sekaligus bisa kita gunakan untuk mengetahui akurasi formula yang sedang kita pelajari sekarang ini. Akan tetapi pada tahun 1366 H, dan setiap siklus 30 tahunan akan terjadi selisih satu hari.

Coba kita ketikkan formula-formula sebagaimana di bawah ini di sel manapun kita suka, maka hasilnya adalah sebagai berikut (catatan, b2 dalam formula ini adalah kode kelender Hijri, bukan nama sel):

=TEXT(B6-1;"b2 dd-mm-yyyy")          tampil : 22-05-1432

=TEXT(B6-1;"b2 yyyy")                      tampil : 1432
=TEXT(B6-1;"b2 mm")                         tampil : 05
=TEXT(B6-1;"b2 mmm")                      tampil : جمادى الاولى
=TEXT(B6-1;"b2 dd")                          tampil : 22
=TEXT(B6;"b2 ddd")                           tampil : الثلاثاء              (tanpa -1)
=TEXT(B6;"dddd")                              tampil : Selasa             (tanpa b2)

Wassalam, selamat mencoba dan berexcel ria…



FIKRI ZUHARA MUZAKKIN

Koordinator RHI Lamongan, Praktisi Ilmu Falak
lahir di Lamongan Jawa Timir. Aktif di berbagai perkumpulan dan organisasi Ilmu Falak. Penganut sistem Hisab Tahqiqi ini banyak berkarya dalam pembuatan software-software falakiyah khususnya yang berbasih Microsoft Excel. Karya-karyanya banyak dipublikasikan di berbagai pelatihan-pelatihan Ilmu Falak.

Sumber: rukyatulhilal.org

Sabtu, 28 Mei 2011

Rasdul Kiblat : Upaya Lebih Memantapkan Shalat

Rasdul Kiblat : Upaya Lebih Memantapkan Shalat

rasdul kiblat, arah kiblat
Oleh Ahmad Izzuddin

SAAT kancah perpolitikan para elite sedang panas-panasnya, saat itu pula ada seorang tua tetap istikamah dengan tugas mulia yang dilakukannya tiap Jumat. Yang dilakukan tidak demi harta ataupun dunia, apalagi bernuansa politik. Ia memilih mengalibrasi jam besar yang ada di mushala dan rumahnya. Waktu baginya sangat penting demi tepatnya awal waktu shalat dan keabsahan ibadah shalat jamaah.

Jika dia melakukannya tiap Jumat maka muslimin, termasuk di Jateng, bisa melakukannya pada Sabtu, 28 Mei 2011, untuk kembali mengkiblatkan masjid. Dalam sebuah Hadis, Rasulullah bersabda,’’ Apabila kamu melakukan shalat, maka sempurnakanlah wudumu, kemudian menghadaplah ke kiblat dan bertakbirlah.’’ Para imam mujtahid pun bersepakat bahwa menghadap kiblat ketika shalat hukumnya wajib karena merupakan syarat sahnya shalat.

Persoalan ketidaktepatan arah kiblat pada sejumlah masjid, mushala, atau langgar di Indonesia bukan karena ada pergeseran lempengan bumi atau akibat gempa. Persoalannya lebih mendasar, yaitu pembangunan masjid kali pertama, termasuk penentuan arah kiblatnya, hanya berdasarkan ancar-ancar arah barat, atau diukur menggunakan kompas.

Dalam konteks kekinian, masyarakat perlu memahami bagaimana menentukan arah kiblat dengan baik agar tidak terjadi permasalahan. Pengalaman penulis selama ini menyimpulkan, masyarakat tidak memahami metode untuk menentukan arah kiblat dengan baik. Persoalan arah kiblat yang tepat 100% memang bukan hanya masalah ukur-mengukur melainkan mengait dengan persoalan sensitivitas agama dan ketokohan.

Ketika pengukuran tidak dilakukan oleh orang yang memiliki keilmuan di masyarakat misalnya, maka masyarakat tidak akan memercayai. Metode rasdul kiblat ini kiranya dapat dijadikan panduan atau cara yang bisa mempermudah. Memang ada beberapa metode yang biasa digunakan untuk menentukan arah kiblat, di antaranya dengan perhitungan trigonometri bola yang diaplikasikan untuk mencari azimuth kiblat.

Seperti kita ketahui, sudut arah kiblat wilayah Indonesia berkisar dari 292 derajat sampai dengan 2.960 derajat sehingga jika dihitung dari arah barat antara 24 dan 26 derajat. Sudut kiblat juga dapat diaplikasikan dengan menggunakan beberapa alat, misalnya memakai rubu mujayyab, segi tiga kiblat, atau peralatan yang teknologinya sudah modern semacam teodolit dan global positioning system (GPS).

Mengecek Ulang

Adapun rasdul kiblat adalah cara tradisional yang tetap diyakini kesahihannnya. Metrode ini mendasarkan pada pencatatan bayang-bayang matahari pada waktu tertentu setelah kita mengetahui data lintang dan bujur tempat serta mengetahui lintang dan bujur Kakbah.

Rasdul kiblat bisa menjadi metode alternatif, dan Sabtu, 28 Mei 2011 (juga Sabtu, 16 Juli pukul 16.27 WIB) adalah waktu yang tepat untuk menerapkan pengecekan itu secara mudah dan praktis. Kita bisa mengeceknya dengan cara mendirikan tongkat di atas pelataran yang datar untuk mendapatkan bayangan kiblat pada jam tertentu.

Pada 28 Mei 2011, ketika matahari berkulminasi di atas Kakbah, waktu di Indonesia mengalami konversi waktu, sehingga bayangan matahari akan menunjuk arah kiblat pada pukul 16.18 WIB (atau pukul 17.18 Wita dan pukul 18.18 WIT). Bayangan yang terlihat itulah yang menunjukkan arah kiblat.
Bayangan kiblat ini dideskripsikan dengan posisi matahari yang memiliki nilai deklinasi yang hampir sama dengan lintang Kakbah. Ketika bayangan matahari tiap benda yang berdiri tegak lurus pada pukul 12.00 MMT (Makkah Mean Time) ini menunjukkan arah kiblat, maka bayangan matahari pada tiap benda yang berdiri tegak di kota Semarang pun akan membentuk garis kiblat.

Gambaran itu terjadi ketika matahari muncul dari timur sehingga bayangan tongkat  pada pukul 16.18 WIB membentuk garis ke timur, serong ke utara (membelakangi arah kiblat). Saat itu pula, kita bisa mengecek ulang arah kiblat masjid, langgar, termasuk mushala di rumah, dengan memanfaatkan Hari Kiblat tersebut. Tujuannya hanya satu, yakni lebih memantapkan ibadah shalat.

— H Ahmad Izzuddin MAg, Ketua Asosiasi Dosen Falak Indonesia, Ketua Pusat Layanan Falakiyah (Puslafalak) IAIN Walisongo Semarang, Direktur Lembaga Hisab Rukyah Al-Miiqaat Jawa Tengah

Matahari

[Matahari][recentbylabel2]

Planet

[Planet][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done