Berita Antariksa Terbaru: Bulan
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Bulan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bulan. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Juni 2019

Gunung Berapi Es Ditemukan di Bulan Saturnus

Gunung Berapi Es Ditemukan di Bulan Saturnus

cryovolcano-atau-gunung-berapi-es-di-titan--bulan-terbesar-planet-saturnus

Gunung Berapi Es di Bulan Saturnus. Para peneliti menemukan bukti keberadaan sebuah gunung berapi es atau disebut juga dengan cryovolcano, di Titan, bulan terbesar yang dimiliki oleh Planet Saturnus.

Pesawat luar angkasa Cassini yang dikirim ke Saturnus sejak 1997, berhasil menemukan tiga buah gunung api es dengan puncak setinggi 1.000-1.500 meter yang mengeluarkan material ke segenap permukaan di sekitarnya.

"Yang kami temukan adalah sesuatu yang tak lain adalah gunung berapi. Akhirnya, kami menemukan beberapa bukti bahwa Titan adalah dunia yang aktif," kata Dr Randy Kirk, pakar Geofisika US Geological Survey yang juga anggota tim radar Cassini, pada acara pertemuan American Geophysical Union.

Seperti dilansir oleh situs Wired.com, Titan adalah satu-satunya tempat selain bumi yang memiliki danau, sungai, awan, dan sebuah siklus penguapan serta kabut atau hujan, yang menghubungkan semuanya.

Puncak dari cryovolcano itu, terdapat di daerah Titan bernama Sotra Facula yang terletak di bagian Titan sebelah selatan. Gunung berapi ini dinamakan juga sebagai "The Rose", karena dari gambar yang tertangkap oleh instrumen radar dan infra merah Cassini, gunung berapi ini seperti bunga mawar.

Titan memang sudah sejak lama diperkirakan memiliki cryovolcano. Namun, karena atmosfer Titan yang begitu berkabut, observasi terhadap kecurigaan itu sangat sulit dibuktikan.

Temuan baru ini diharapkan dapat membantu menjelaskan misteri Titan yang selama ini belum terpecahkan. Atmosfer Titan yang tebal dan kaya akan nitrogen memiliki kandungan metan dalam jumlah yang cukup banyak. Secara teoritis dalam waktu sekitar 10 juta tahun, kandungan metan ini akan dipecah oleh sinar matahari.

Oleh karena itu, keberadaan gunung berapi ini diperkirakan dapat mengisi kembali kandungan metan di atmosfer Titan. "Cryovolcano menawarkan skenario yang sempurna di mana gas metan dari dalam perut Titan keluar ke lapisan atmosfernya," kata Linda Spilker, ilmuwan pada proyek Cassini dari Jet Propulsion Laboratory NASA di Pasadena, California.

Memang belum diketahui secara pasti material apa yang dimuntahkan gunung berapi ini ke angkasa Titan. Bisa saja air, atau air dan amonium, atau unsur-unsur hidrokarbon.

Keberadaan cryovolcano di Titan, diharapkan suatu hari bisa membantu para ilmuwan menyimpulkan adakah kehidupan di Titan, atau mungkin kehidupan pernah ada di Titan.

Selasa, 28 Mei 2019

Io, Bulan Jupiter, Miliki Gunung Berapi Terbanyak

Io-Bulan-Jupiter-Miliki-Gunung-Berapi-Terbanyak

NASA, Badan antariksa Amerika, mengatakan bahwa samudera batu cair atau magma,  yang baru dideteksi di bawah permukaan Io, yang merupakan satu dari beberapa bulan Jupiter, akhirnya diketahui mengapa bulan tersebut memiliki paling banyak gunung berapi aktif dalam tata-surya.

NASA menemukan hal tersebut dalam proses analisis baru-baru ini data yang dikumpulkan sebelumnya dari pesawat penyelidik antariksa Galileo. Pesawat ini terakhir mengorbit planet Jupiter pada tahun 2003.  Para ilmuwan yang terkait dalam proses penelitian baru itu menyebutkan temuan tersebut penting karena hal ini adalah pengukuhan langsung yang pertama bahwa Io mempunyai lapisan magma cair atau sebagian cair di bawah permukaan.

Para ilmuwan terkait mengatakan samudera magma bulan Jupiter paling sedikit berkisar sekitar 50 kilometer dalamnya dan mempunyai temperatur atau suhu panas di atas 1.200 derajat Celsius. Hal tersebutlah yang oleh para peneliti dikatakan bahwa inilah sebabnya gunung-gunung berapi Io tersebar merata di seluruh permukaannya bukan hanya di “tempat-tempat panas” kawasan tertentu seperti di Bumi.

Bulan Io merupakan satu-satunya benda angkasa dalam tata-surya selain Bumi yang telah diketahui mempunyai gunung berapi dengan magma sangat aktif.  Walaupun hanya sedikit lebih besar daripada Bulan bumi, gunung berapi di Io memuntahkan 100 kali lipat lava setiap tahun dari lava semua gunung berapi di Bumi.

Letusan gunung berpai di Io dapat mengepulkan asap partikel vulkanis sejauh 300 kilometer ke atas permukaannya dengan kecepatan hingga satu kilometer per detik. Tentu ini lebih dari 20 kali lipat kecepatan letusan gunung berapi yang paling kuat di bumi.

Satu tim ilmuwan dari Universitas Kalifornia dan Universitas Michigan mengadakan penelitian baru itu, yang akan dimuat dalam jurnal “Science.”

Senin, 27 Mei 2019

Manfaat Bulan Bagi Planet

Manfaat Bulan Bagi Planet


Bulan Bantu Stabilkan Planet


Dari hasil simulasi komputer menunjukkan bahwa sekitar 10 persen dari planet-planet di jagad raya ini mempunyai bulan berukuran besar. Fungsi dari bulan-bulan tersebut adalah untuk membantu menstabilkan kemiringan planet.

Dalam Scientific American, Senin (27/6/2011) disebutkan bahwa Bulan kita mempunyai fungsi sebagai penyeimbang Bumi. Manakala bulan tidak ada atau seandainya tidak diciptakan oleh Allah, maka posisi Bumi akan goyah. Di samping itu, bulan juga memerankan fungsi sebagai alat untuk menstabilkan iklim di Bumi. Subhana Allah!!!

Dijelaskan oleh para peneliti bahwa terbentuknya bulan bermula dari puing-puing reruntuhan Mars yang mengelilingi Bumi saat masih berusia muda.

Sebagai tambahan informasi, Planet-planet lain di Tata Surya kita yang tidak memiliki bulan adalah Venus dan Merkurius.

Sekelompokahli  peneliti melakukan simulasi formasi ratusan planet, dan mereka berhasil menemukan bahwa hampir separuh dari jumlah planet yang ada memiliki latar belakang yang sama dalam hal memiliki bulan. Dan hampir sekitar 10 persen dari planet-planet yang ada mempunyai bulan besar, bila dibandingkan dengan bulan milik Bumi.

Dari hasil penelitian ini dinyatakan bahwa bila planet seperti Bumi ada cukup banyak jumlahnya, maka mereka akan mendapat keuntungan yang sama dari bulan, yaitu mendapat penyeimbang iklim dan posisi planet.

Penelitian yang berjudul 'How Common Are Earth-Moon Planetary Systems?' ini dipublikasikan dalam jurnal sains Icarus.

Senin, 20 Februari 2017

Dahulu Ada Dua Bulan Mengitari Bumi?

bulan ganda
Ada beberapa astronom berspekulasi bahwa dahulu kala terdapat dua bulan yang mengelilingi bumi.

Pertanyaannya adalah, lalu ke mana perginya bulan yang satu ? Untuk pertanyaan ini, para astronom dari Universitas California, Santa Cruz, menjawab kalau bulan yang satunya melebur ke salah satunya lagi dalam suatu peristiwa yang dinamakan "percikan besar." Hasilnya, bulan yang ada sekarang seperti memiliki dua sisi yang berbeda, satu mulus dan satu lagi penuh tonjolan.

Teori di atas dilansir dalam jurnal Nature pada Rabu 3 Agustus 2011. Pendapat ini dikemukakan para astronom saat menemukan fakta adanya dua sisi bulan yang berbeda. Sisi yang mengarah ke bumi terlihat mulus, sedangkan sisi yang sebaliknya berbukit-bukit. Mereka lalu membuat model dengan komputer untuk menjelaskan mengapa terjadi demikian. Kejadiannya diduga seperti sebuah kue pie dilempar ke muka. Memercik.

Peristiwa ini diperkirakan terjadi lira-kira 4,4 miliar tahun yang telah lalu, yaitu masa jauh sebelum ada kehidupan di Bumi untuk menyaksikan kejadian itu di angkasa. Keadaan bulan-bulan tersebut masih sangat muda, terbentuk 100 juta tahun sebelum sebuah planet raksasa menubruk Bumi. Kedua bulan ini mengorbit Bumi dan berjalan berurutan.

Urutan dalam orbitnya adalah satu bulan yang besar berada di depan, berukuran tiga kali lebih lebar dan 25 kali lebih berat dari yang satunya lagi. Bulan yang besar ini diduga memiliki gravitasi sangat besar sehingga yang kecil tak mampu menahannya. Akibatnya, keduanya semakin mendekat dan lalu terjadilah momen tabrakan itu.

Dikatakan oleh Erik Asphaug, salah satu astronom peneliti dilansir the Associated Press bahwa "Mereka ditakdirkan bersatu. Tak ada jalan lain. Percikan besar ini seperti penyatuan dalam kecepatan rendah.

Setelah peristiwa tabrakan, batu dan material dari bulan yang kecil kemudian menyebar di permukaan bulan yang besar, bahkan tanpa menghasilkan sebuah kawah seperti yang ditimbulkan dari tubrukan meteor ke permukaan bumi.

Sehari setelah peristiwa tabrakan itu, keadaan kembali normal. Bulan tinggal satu, dan jadilah salah satu sisinya terlihat berbeda yaitu tidak rata.

Bumi sendiri memang termasuk aneh di tata surya karena hanya memiliki satu bulan. Meski Venus dan Merkurius tak memiliki satu pun, Mars punya dua bulan, Saturnur dan Jupiter memiliki lebih dari 60. Bahkan Pluto yang kecil, memiliki empat bulan.

Minggu, 19 Februari 2017

4 Mitos di Seputar Supermoon

supermoon 2012
info antariksa-Supermoon atau bulan purnama terbesar pada 2012 tampak menghiasi langit pada Sabtu lalu. Ada 4 mitos yang menghiasi penampakan bulan yang disebut lebih besar dan terang bila dibandingkan dengan bulan purnama normal.

Penyebutan supermoon dipakai dalam menamai bulan purnama yang orbit noncircular-nya berada pada titik paling dekat dengan Bumi. Kondisi bulan yang demikian menyebabkan bulan berada pada sekitar 221,802 mil atau 356.955 kilometer jauhnya dari Bumi.

Supermoon bukan sekedar lebih terang, melainkan juga membawa beberapa mitos dan fakta menyertai penampilannya yang super. Dibawah ini, info antariksa menyebutkan 4 hal menarik seputar fakta dan mitos yang menyertai supermoon.

Supermoon tampak lebih besar

Supermoon akan kelihatan lebih besar ketika naik ke atas langit. Para ilmuwan sendiri belum mengetahui betul alasannya. Supermoon akan kelihatan lebih besar bila sedang berada di dekat horizon.

Tampilan bulan yang tampak lebih besar, menurut para ilmuwan, hal dipengaruhi oleh ilusi Bulan dalam pikiran kita. Cara membuktikan hal tersebut adalah dengan membandingkannya pada penghapus atau benda-benda kecil lain.

Peganglah benda tersebut (penghapus atau benda kecil lainnya) di tangan dan bandingkan dengan ukuran Bulan seiring kenaikannya ke atas langit. Lakukan lagi hal yang sama di tengah malam ketika Bulan sudah berada pada posisi tertingginya, maka ukuran Bulan tidak akan berubah.

Efek supermoon tidak akan menghancurkan bumi
 
Kekhawatiran bahwa supermoon akan menghancurkan bumi adalah tidak benar. Supermoon tidak akan menghancurkan Bumi meskipun memang ada tarikan gravitasi ketika Bulan mendekat. Walaupun Bumi, Bulan dan Matahari berada satu garis yang memicu purnama, supermoon tetap tidak mempunyai efek menghancurkan Bumi.

Memang diakui, Bulan dan Matahari sedikit menekan Bumi. Bila diperhatikan dengan baik-baik ketika benda-benda tersebut sedang sejajar akan kelihatan aktivitas tektonik mengalami peningkatan yang sangat kecil..

Cahaya supermoon lebih terang dari badai meteor

Saat supermoon, cahaya bulan lebih terang dari badai meteor. Pada akhir pekan ini, badai meteor tahunan Eta Aquarid mencapai puncaknya. Akan tetapi supermoon menjadikannya tidak terlihat karena  kalah terang, kecuali meteor yang paling terang.

Gambar Bulan purnama yang sangat besar merupakan tipuan fotografi

Telah beredar beberapa gambar Bulan purnama yang sangat besar. Perlu diketahui bahwa itu adalah tidak benar karena hanya merupakan tipuan fotografi. Barangkali Anda sudah pernah menyaksikan gambar Bulan purnama yang sangat besar tampak di balik gunung atau pepohonan. Semua itu merupakan efek dramatisasi gambar bulan dengan menggunakan lensa telephoto atau teleskop.

Demikian informasi seputar fakta dan mitos dibalik supermoon yang diinfokan oleh antariksainfo.com

Ditemukan Bulan Baru Mengelilingi Pluto

P4 bulan baru pluto
National Aeronautics and Space Administration (NASA) mengungkapkan bahwa para ahli astronomi telah menemukan bulan keempat yang mengelilingi planet es kerdil, Pluto.

Sebagaimana diungkapkan oleh The Hindu, Senin (25/7/2011), satelit baru berukuran kecil yang pada saat sekarang ini disebut dengan P4 tersebut, ditemukan dalam sebuah penelitian dengan menggunakan teleskop angkasa Hubble saat mencari cincin di area seputar Pluto.

P4 untuk pertama kali dilihat dalam sebuah foto yang diambil dengan menggunakan Wide Field Camera dari teleskop Hubble pada tanggal 3 dan 18 Juli 2011.

Bulan yang untuk sementara disebut dengan P4 tersebut katakan oleh ilmuwan sebagai objek angkasa terkecil yang ditemukan mengelilingi Pluto. Diperkirakan bahwa P4 memiliki diameter hanya 13 sampai 34 kilometer. Sebagai perbandingan, Charon, satelit terbesar yang dimiliki Pluto memiliki diameter sebesar 1.043 km. Sementara dua bulan lainnya milik Pluto, Nix dan Hydra, memiliki diameter sebesar 32 sampai 113 kilometer.

Tempat orbit P4 berada di antara orbit bulan Nix dan Hydra, yang keduanya juga ditemukan oleh teleskop angkasa Hubble pada tahun 2005.

Satelit terbesar milik Pluto, Charon, pertama kali ditemukan pada tahun 1978 di Naval Observatory Amerika Serikat (AS), dan pertama kali diteliti menggunakan teleskop angkasa Hubble pada tahun 1990, sebagai bagian yang terpisah dari Pluto.

Matahari

[Matahari][recentbylabel2]

Planet

[Planet][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done