Berita Antariksa Terbaru: Headline
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Headline. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Headline. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Februari 2017

Penambangan Dan Pengeboran Asteroid

pengeboran asteroid dekat bumi
antariksa info - Pernahkah terbayang asteroid ditambang seperti penambangan di bumi dalam benak Anda? Ternyata kegiatan pertambangan di asteroid bukan hal yang mustahil. Para pakar dan penanam modal di Amerika telah mempersiapkan segalanya untuk hal tersebut. Pengeboran asteroid untuk diambil bahan tambanganya akan dilakukan dalam beberapa waktu kedepan

Adalah perusahaan asal Amerika, Planetary Resources yang akan mewujudkan kegiatan pertambangan yaitu eksplorasi dan eksploitasi barang tambang di asteroid yang paling dekat dengan bumi.

Dalam istilahya, Asteroid pernah dikatakan dengan planet minor atau planetoid. Asteroid adalah benda angkasa yang memiliki ukuran lebih kecil bila dibandingkan dengan planet, tetapi lebih besar bila dibandingkan dengan meteoroid. Asteroid umumnya terdapat pada bagian dalam system tata surya. Bila dilihat dari sisi visualnya, Asteroid tentu berbeda dari komet. Jika Komet menampakkan ekor atau yang disebut dengan koma, sedangkan asteroid tidak.

Langkah ingin melakukan kegiatan penambangan di asteroid terdekat dengan bumi disebabkan kandugan sumber daya alam yang luar biasa, belum lagi jaraknya yang memang “dekat” dengan bumi.

Mineral yang terkandung dalam asteroid yang menarik perhatian untuk dilakukan penambangan adalah air dan berbagai jenis logam seperti ruthenium, rhodium, palladium, osmium, iridium, atau platinum.

Di asteroid, kelompok logam platinum adalah logam yang banyak dibutuhkan dan lebih mudah didapat. Disampng itu kandungan platinum dalam asteroid jauh lebih melimpah bila dibandingkan dengan yang ada di bumi.

Keterlimpahan kandungan platinum dalam asteroid digambarkan dengan sebuah batu luar angkasa dengan lebar hanya 500 meter atau 1.650 kaki mengandung kelompok logam platinum yang setara dengan jumlah platinum yang pernah digali sepanjang sejarah manusia di bumi. Inilah yang menarik para investor untuk menanamkan modalnya dalam kegiatan tersebut. Bahkan rencana pertambangan luar angkasa tersebut disuppoer oleh pembuat film James Cameron sebagai penasihat dan salah satu pendiri Google, Larry Page, yag bertindak selaku penyandang dana atau investor.

Namun perusahaan yang akan melakukan kegiatan pertambangan di asteroid, Planetary Resources belum menyebutkan kepastian waktu pelaksanaan kegiatan pertambangan luar angkasa itu. Untuk saat ini perusahaan baru mengadakan persiapan untuk kegiatan pertambagan beberapa tahun kedepan.

Selama masa periapan, perusahaan akan memetakan sejumlah objek tambang apa yang akan digali untuk pertama kalinya serta misi luar angkasa apa yang akan digunakan. Planetary Resources juga telah mendesain teleskop luar angkasa denganbiaya rendah namun memiliki kemampuan memadai dan direncanakan akan mengorbit di dekat Bumi dalam 18 hingga 24 bulan yang akan datang.

Minggu, 19 Februari 2017

Bintik Matahari Memicu Ledakan Besar Menuju Bumi

Bintik Matahari Memicu Ledakan Besar Menuju Bumi
Info Antariksa | Ada bintik-bintik besar di Matahari yang terbagi menjadi beberapa kelompok. Kejadian berupa munculnya binti-bintak Matahari ini diperkirakan akan mengakibatkan ledakan besar yang mengarah ke Bumi dalam hitungan beberapa hari ke depan.

Kluster bintik Matahari ini, oleh para ahli antariksa, disebut dengan AR 1476. Masing-masing dari empat bintik tersebut memiliki ukuran yang lebih besar dari Bumi. Keempat bintik ini lalu berubah menjadi bintik Matahari super besar (raksasa) yang dapat dilihat oleh teknologi milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), yaitu Atmospheric Imaging Assembly (AIA).

Berdasarkan pendapat para peneliti, bintik ini berbentuk noktah hitam di permukaan Matahari sebagai akibat terjadinya aktivitas magnetik di bawah permukaan Matahari. pada saat medan magnet ini terlepas, maka terjadilah ledakan Matahari yang umumnya dibarengi dengan penglepasan radiasi dalam jumlah yanmg sangat besar.

Dan bila sika sampai ke Bumi, efek dari radiasi tersebut dapat membakar satelit yang ada di orbit. Dan sangat membahayakan jiwa astronaut yang sedang berada di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Aka tetapi, sistem pertahanan elektromagnetik Bumi, magnetosfer akan menahan sebagian besar dari radiasi inisehingga dapat mengurangi resiko bahaya. Meskipun terdapat partikel yang tetap terlepas, hanya akan menyebabkan munculnya fenomena aurora indah yang dapat dilihat di wilayah Arktik dan Antartika.

Menurut situs Space Weather, Senin (7/5), dengan sedikitnya jumlah empat inti yang lebih besar dari Bumi ini, AR 1476 yang membentang lebih dari 100.000 kilometer dari ujung ke ujung maka menjadikannya mudah untuk ditangkap oleh teleskop Matahari.

Ledakan inti matahari ini terjadi setiap saat dan berupa gelombang elektromagnetik yang akan memberikan efek atau pengaruh terhadap cuaca antariksa. Badai matahari yang pada saat ini banyak dibicarakan adalah solar flare namun dengan kekuatan yang jauh lebih dahsyat.

Dalam rentang waktu antara 2005-2010, aktivitas Matahari terbilang lebih tenang dikarenakan hanya menghasilkan ledakan dan ejeksi koronal (CME) yang sedikit. Ketika memasuki tahun 2012, aktivitas Matahari kembali naik dan diprediksi akan mencapai puncaknya pada tahun 2013 nanti.

Astronom Rusia Yakin Bertemu Alien Tahun 2031

alien, gambar hot, foto hot, Astronom Rusia Yakin Bertemu Alien Tahun 2031
Seorang astronom terkemuka Rusia yakin, manusia akan vertemu dengan peradaban alien dalam waktu relatif dekat. yaitu dua dekade lagi dari sekarang. Padahal, keberadaan alien itu sendiri masih dianggap sebagai dongeng khayalan belaka oleh kebanyakan orang karena sampai sekarang belum ada bukti nyata tentang keberadaannya.

Adalah Andrei Finkelstein, direktur Russian Academy of Sciences yang memiliki keyakinan di atas. Dengan tegas dia mengatakan bahwa "Asal-usul kehidupan tak terelakkan seperti halnya formasi atom...Kehidupan juga ada di planet lain. Kita akan menemukannya dalam waktu 20 tahun."

Hal tersebut disampaikan dalam forum internasional yang didedikasikan untuk pencarian kehidupan ekstraterresterial. Finkelstein mengatakan bahwa telah diketahui 10 persen dari seluruh planet yang telah teridentifikasi, berputar mengitari mataharinya di galaksi masing-masing -- seperti halnya Bumi. Ditambahkan lagi oleh dia, jika air bisa ditemukan, maka bisa dipastikan ada kehidupan di planet tersebut.

Alien dalam pandangan Finkelstein adalah kemungkinan besar mirip dengan manusia, yaitu mempunyai dua tangan, dua kaki, dan kepala. Sedangkan warna kulit mereka mungkin berbeda dengan manusia.

Lembaga atau Institut yang dijalankan oleh Finkelstein melaksanakan program pengawasan dan pengiriman sinyal radio ke luar angkasa. Program ini diluncurkan pertama kali pada tahun 1960-an, di puncak perang dingin yang menjalar ke persaingan penjelajahan angkasa. "Sepanjang waktu kami telah mencari peradaban luar bumi. Kami selalu menunggu datangnya pesan dari ruang angkasa," katanya.

Alasan dasar atau dalil yang dipakai oleh Finkelstein diperkuat juga oleh sejumlah ilmuwan. Diantaranya, pada bulan Maret lalu seorang ilmuwan NASA menjadi sumber kontroversi karena keberaniannya mengklaim telah menemukan sebuah fosil kecil mirip serangga alien di dalam meteorit yang jatuh ke Bumi.

Ilmuwan Nasa tersebut adalah Richard Hoover, seorang astrobiologis pada pusat penerbangan luar angkasa Marshall di Alabama. Dengan sangat jelas ia mengatakan, filamen dan struktur meteorit mengandung fosil mikroskopis makhluk luar angkasa yang menyerupai ganggang, yang dikenal sebagai cyanobacteria.

Diungkapkan dalam Journal of Cosmology, Hoover berpendapat, bahwa kurangnya nitrogen dalam sampel -- unsur yang penting bagi kehidupan di Bumi -- menjadi indikasi bahwa mereka adalah "sisa-sisa bentuk kehidupan di luar bumi yang berasal dari tubuh di induk meteorit yang mengandung air -- sebelum batu angkasa itu memasuki atmosfer bumi.

Mengenai keberadaan alien telah disinggung juga oleh Charles Liu, seorang profesor astrofisika dari City University of New York Staten Island dan peneliti dari Hayden Planetarium di the American Museum of Natural History.

Ketika ditanya, Apakah alien benar-benar ada? Ia menjawab :"Ya. Alam semesta ini sangat luas dan hukum alam berlaku sangat konsisten di seluruh ruang yang sangat luas tersebut. Kemungkinan bahwa hanya ada satu kehidupan yang tumbuh berkembang di seluruh alam semesta tersebut hampir mencapai nol."

Liu menjelaskan, bila ada kehidupan yang dapat tumbuh di suatu tempat, pastinya ada pula kehidupan serupa itu di tempat lain.

Ketika Liu ditanya lagi, apakah makhluk luar angkasa ada?

"Ya. Tetapi apakah makhluk tersebut mendarat di Bumi? Jawabannya, tidak," ucap Liu. "Tidak ada satupun dari yang disebut-sebut sebagai bukti kemunculan makhluk luar angkasa di Bumi mengandung air setelah diuji coba secara ilmiah," ucapnya.

Ditemukan Bulan Baru Mengelilingi Pluto

P4 bulan baru pluto
National Aeronautics and Space Administration (NASA) mengungkapkan bahwa para ahli astronomi telah menemukan bulan keempat yang mengelilingi planet es kerdil, Pluto.

Sebagaimana diungkapkan oleh The Hindu, Senin (25/7/2011), satelit baru berukuran kecil yang pada saat sekarang ini disebut dengan P4 tersebut, ditemukan dalam sebuah penelitian dengan menggunakan teleskop angkasa Hubble saat mencari cincin di area seputar Pluto.

P4 untuk pertama kali dilihat dalam sebuah foto yang diambil dengan menggunakan Wide Field Camera dari teleskop Hubble pada tanggal 3 dan 18 Juli 2011.

Bulan yang untuk sementara disebut dengan P4 tersebut katakan oleh ilmuwan sebagai objek angkasa terkecil yang ditemukan mengelilingi Pluto. Diperkirakan bahwa P4 memiliki diameter hanya 13 sampai 34 kilometer. Sebagai perbandingan, Charon, satelit terbesar yang dimiliki Pluto memiliki diameter sebesar 1.043 km. Sementara dua bulan lainnya milik Pluto, Nix dan Hydra, memiliki diameter sebesar 32 sampai 113 kilometer.

Tempat orbit P4 berada di antara orbit bulan Nix dan Hydra, yang keduanya juga ditemukan oleh teleskop angkasa Hubble pada tahun 2005.

Satelit terbesar milik Pluto, Charon, pertama kali ditemukan pada tahun 1978 di Naval Observatory Amerika Serikat (AS), dan pertama kali diteliti menggunakan teleskop angkasa Hubble pada tahun 1990, sebagai bagian yang terpisah dari Pluto.

Mengenal Kotak Hitam di Pesawat

bagian dalam kota hitam
Black box atau Kotak Hitam adalah sejumlah alat tertentu yang digunakan dalam alat transportasi udara atau pesawat terbang. Fungsi utamanya adalah sebagai perekam data penerbangan (flight data recorder, FDR) dan perekam suara kokpit (cockpit voice recorder, CVR) pesawat terbang.

Awal mula penggunaan Istilah kotak hitam dipakai pada masa perang dunia kedua (PD II). Alat tersebut tersimpan rapat didalam kotak yang terbuat dari baja khusus dan tahan terhadap guncangan serta panas. Pada setiap pesawat umumnya ada dua unit kotak hitam, yaitu satu terdapat pada bagian depan dan yang kedua terdapat pada bagian ekorpesawat.

Dalam kondisi normal, VCR mampu merekam suara dari empat channel sumber suara yaitu pilot pertama, pilot kedua, keseluruhan suara di kokpit, dan keseluruhan suara dari kru yang ada di kabin.

Menurut peraturan yang berlaku dalam regulasi penerbangan internasional, kotak hitam harus mampu merekam dalam durasi 30 menit sampai 2 jam terakhir secara otomatis.

Selain rekaman yang berupa suara, ada juga rekaman lain yang juga sama pentingnya adalah rekaman data penerbangan (FDR). FDR ini setidaknya harus merekam 15 sampai 32 parameter.

Diantara parameter yang harus direkam oleh FDR adalah parameter waktu, kecepatan, ketinggian, arah terbang, attitude atau sikap pesawat, tenaga mesin, posisi flight, tenaga udara, kondisi cuaca, kondisi auto pilot dan beberapa kondisi lainnya. Rekaman yang dilakukan FDR ini berlangsung selama 25 jam terakhir dan bersifat otomatis.

Bagaimana tahapan menganalisis blackbox?

Data CVR dibawa ke laboraturium dan selanjutnya didownload sampai akhirnya bisa terdengar rekaman suara. Kemudian diidentifikasi dan dituangkan dalam laporan tertulis di kertas. Proses analisis suara dari CVR biasanya memerlukan waktu setidak-tidaknya empat minggu.

Dan untuk menganalisis rekaman data penerbangan, FDR kemudian dibawa ke laboratorium untuk didownload. Hasil dari analisis rekaman FDR adalah data bilangan biner. Bilangan biner tersebut selanjutnya bisa dikonversikan kedalam angka-angka sehingga menghasilkan ratusan bahkan ribuan parameter. Selanjutnya data dianalisis dan dituangkan dalam laporan tertulis di atas kertas.

Data FDR juga dapat diolah agar mampu menghasilkan simulasi gambar dari setiap kejadian. Proses analisis FDR biasanya memerlukan waktu paling cepat 12 bulan bahkan hingga bertahun-tahun.

Galaksi Phoenix SPT-CLJ2344-4243

Galaksi Phoenix SPT-CLJ2344-4243
Galaksi Phoenix SPT-CLJ2344-4243 - Para Astronom yang bermarkas di USA telah mendapatkan dalam temuan mereka satu buah gugusan galaksi super besar. Galaksi super besar itu diidentifikasi sebagai struktur galaksi yang terbesar di jagad raya atau alam semesta kita. Keberadaanya berada pada rentang jarak kurang lebih 5,7 miliar tahun cahaya dari Bumi.

Berdasarkan laporan yang disampaikan oleh Reuters, gugusan galaksi tersebut diberi nama resmi dengan SPT-CLJ2344-4243 dan disebut juga Phoenix. Dalam blog antariksa info.com SPT-CLJ2344-4243 atau Phoenix ditulis dengan menggabungkan keduanya sehingga berbunyi Galaksi Phoenix SPT-CLJ2344-4243. Penggabungan ini dimaksudkan sebagai sarana mempermudah pemahaman saja.

Dalam rilisnya, Pusat Astrofisika Smithsonian Harvard mennyampaikan bahwa proses observasi dan pengamatan terhadap gugusan Galaksi Phoenix SPT-CLJ2344-4243 yang berhasil ditemukan itu dengan laju proses pembentukan bintang demikian besar, sangat mungkin akan mendesak seluruh ahli astronomi memutar otak lagi serta memikirkan bagaimana struktur dengan besar seperti itu serta galaksi yang terdapat di dalamnya terus berkembang dari masa ke masa.

Dalam teori Michael McDonald, seorang astronom dari Massachusets Institute of Technology, Galaksi Phoenix SPT-CLJ2344-4243 juga dapat menjadi satu di antara dasar pijakan berpikir tentang adanya fenomena-fenomena mengagumkan dalam dunia astronomi seperti akhir-akhir ini.

Bandingkan dengan galaksi-galaksi yang ada di pusat kebanyakan klaster yang mungkin telah tidur selama milyaran tahun bahkan lebih lama lagi, pusat galaksi Galaksi Phoenix SPT-CLJ2344-4243 ini justru seperti bangun dari kematian dengan membangun formasi bintang-bintang anyar. Teori ini dikatakan oleh McDonald, yang merupakan penulis utama makalah ilmiah tentang Galaksi Phoenix SPT-CLJ2344-4243 yang terbit di jurnal Nature dalam edisi 16 Agustus.

Dengan mendasarkan pada observasi dari Observatorium Chandra X-ray milik NASA, National Science Foundation's South Pole Telescope dan delapan observatorium lainnya, para observer mengungkapkan bahwa gugusan Galaksi Phoenix SPT-CLJ2344-4243 sangat berkaitan dengan proses pembentukan antara "740 masa surya" atau bintang setiap tahun.

Coba bandingkan dengan gugusan Perseus yang hanya bisa membentuk bintang-bintang 20 kali lebih lambat dari Galaksi Phoenix SPT-CLJ2344-4243. Hal ini diakui sebagai sesuatu yang sangat besar oleh Marie Machacek, seorang ahli astrofisika yang berasal dari Observatorium Astrofisika Smithsonian.

Dalam pandangan Machacek, gugusan sangat besar seperti Galaksi Phoenix SPT-CLJ2344-4243 dapat menampung hingga ribuan galaksi. Tentang Galaksi Phoenix SPT-CLJ2344-4243 ini, masih banyak yang harus didalami dan diteliti tentang apa yang sesungguhnya terjadi di dalamnya.

Selama ini diyakini bahwa lubang hitam super besar yang terdapat di tengah-tengah kelompok galaksi dikaitkan dengan proses terjadinya bintang yang lambat. Hal ini dikarenakan mereka melakukan pump energi ke dalam sistem sehingga menghambat dan menghalangi proses pendinginan gas yang dibutuhkan untuk pembentukan bintang-bintang.

Meskipun demikian, para observer menyampaikan bahwa ledakan hebat bintang yang tampak pada Galaksi Phoenix SPT-CLJ2344-4243, ketika ia melahirkan dua bintang dalam sehari, menunjukkan bahwa pusat black hole di gugusan galaksi telah gagal memberikan pengaruhnya dalam pembentukan bintang.

Dalam pandangan Pusat Astrofisika Smithsonian Harvard, bintang-bintang yang terbentuk di dalam Galaksi Phoenix SPT-CLJ2344-4243 merupakan yang terbanyak serta terbesar yang pernah diamati.

UFO Terlihat Saat Badai Pasir di Arizona

UFO Ada dua buah benda asing yang berbentuk cakram tampak terbang melewati badai pasir yang melanda negara bagian Arizona, Amerika Serikat pekan lalu.

Badai pasir yang berkecepatan 160 km per jam itu disebut haboob dan melanda kota kecil, Mesa, pada Rabu 6 juli 2011 lalu.

Helikopter Berita CNN berhasil merekam suatu benda yang muncul dengan sangat menakjubkan. Dua benda misterius yang berbentuk cakram tersebut melesat masuk dan keluar dari awan debu yang timbul akibat badai pasir. Dan video mengenai badai tersebut, kemudian disiarkan secara langsung di udara dan di seluruh web.

Banyak bola bercahaya terbang di depan badai, sebelum seseorang naik ke atas dinding awan. Tepat sebelum bergerak keluar dari frame, objek terbang muncul untuk tumbuh dan berubah bentuk, dengan sebuah cincin cahaya muncul di sekitarnya.

Diperkirakan oleh banyak pihak bahwa fenomena tersebut adalah UFO (Unidentified Flying Object) atau benda terbang tak dikenal.

Matahari

[Matahari][recentbylabel2]

Planet

[Planet][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done