Berita Antariksa Terbaru: Matahari
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Matahari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Matahari. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Juni 2019

Aurora Fantastis : Di dalam Matahari ke Kutub Bumi

aurora-fantastis-di-dalam-matahari-ke-kutub-bumi

Aurora Fantastis : Di dalam Matahari ke Kutub Bumi. Plasma dari suar matahari atau ejeksi massa coronal yang berjalan bersama angin matahari yang akhirnya menghasilkan aurora di wilayah kutub bumi.

Video berikut ini adalah visualisasi yang menakjubkan dan membawa Anda pada perjalanan dari Matahari menuju atmosfir bumi


Aurora Fantastis : Di dalam Matahari keluar menuju ke Kutub Bumi

Senin, 27 Mei 2019

Suhu Matahari Turun 1 Derajat?

matahari, bintik matahari, badai matahari, foto telanjang, foto hot, gambar hot

Akibat turunnya aktvitas bintik Matahari

Beberapa hari yang lalu atau tepatnya sepekan lalu, sekelompok ilmuwan megatakan akan adanya kemungkinan tentang perubahan iklim yang bisa hilang. Walaupun untuk sementara saja. Analisis ini didasarkan pada penelitian yang mereka lakukan terhadap aktivitas bintik Matahari.

Sebagaimana dalam posting yang lebih dulu dalam blog ini, dikatakan bahwa dari tiga penelitian yang berbeda, tampak tanda-tanda jumlah bintik Matahari akan mengalami proses berkurang. Jika bintik Matahari berkurang, energi yang terpancar juga akan ikut mengalami penurunan. Disinyalir, hal ini akan memberi dampak pada panas terik Matahari di muka bumi akan reda.

Temuan ini sesaat memicu "kegembiraan" karena pemanasan global tidak lagi menjadi masalah yang akan dihadapi oleh manusia di bumi.

Namun demikian, ada pendapat sebagaimana dikutip dari Good Environment, 22 Juni 2011, sejumlah peneliti mengatakan bahwa meski Matahari masuk ke periode istirahat, dan menyebabkan panas yang dipancarkan berkurang, bumi masih tetap tidak bisa menghindarkan diri perubahan iklim.

Pada abad ke-17, ketika Matahari masuk ke periode hibernasi, suhu di planet Bumi memang mengalami penurunan. Tetapi saat itu, penurunan suhu Bumi tidak semata-mata hanya disebabkan oleh berkurangnya pancaran energi dari Matahari.

Dalam periode yang sama, walaupun tidak ada kaitannya dengan aktivitas Matahari, di bumi terjadi pula aktivitas vulkanik yang mengakibatkan naiknya awan debu ke atmosfir, yang ikut serta dalam menghalangi sinar Matahari.

Menurunnya aktivitas Matahri yang diperkirakan terjadi pada tahun 2012 itu tentu akan memberikan efek pada Bumi. Tetapi diyakini bahwa proses pendinginan sebagai akibat berkurangnya aktivitas bintik Matahari itu diperkirakan tidak akan mencapai apalagi melebihi 1 derajat Fahrenheit.

Matahari Akan Istirahat?

Mulai 2012, Matahari menuju masa non aktif?

Beberapa hari yang lalu, tepatnya 7 Juni 2011, Matahari telah mengalami peristiwa erupsi dahsyat. Dan hal ini dikatakan belum seberapa, karena erupsi dahsyat pada tanggal itu bukanlah puncak dari aktifitas Matahari.

Sekedar informasi tambahan, bahwasanya puncak dari aktifitas Matahari adalah tahun 2012. Bahkan aktifitas Matahari pada tahun tersebut dikaitkan dengan hari Kiamat.

Memang, selama bertahun-tahun, para ilmuwan memprediksi bahwa Matahari akan mencapai puncak aktifitas atau solar maximum atau periode di mana bintik matahari dan lidah api akan mencapai aktivitas puncaknya di tahun 2012 yang lalu.

Anggapan bahwa tahun 2012 merupakan puncak dari aktifitas Matahari, belakangan pendapat tersebut dimentahkan. Beberapa orang dari kalangan ilmuwan memprediksi sebaliknya. Yaitu tahun 2012 bukan merupakan puncak dari aktifitas Matahari.

Paling tidak ada tiga penelitian yang baru-baru ini dipublikasikan. Dan dalam penelitian tersebu terungkap bahwa para pakar yakin jika siklus bintik matahari akan berkurang dan menuju ke masa nonaktif pertama sejak abad ke-17 lalu. (Apakah ini bisa dikatakan Matahari akan sampai masa istirahat? Dan jika ya, apakah berarti Matahari tidak memancarkan sinarnya?)

Sebagaimana diungkapkan oleh pakar dari National Solar Observatory (NSO) dan Air Force Research Laboratory, tanda-tanda yang saat ini telah terlihat adalah mulai hilangnya aliran semburan api, bintik-bintik yang memudar, dan penurunan aktivitas di kawasan kutub atau pole Matahari.

Apa yang terungkap merupakan temuan yang sangat tidak lazim dan juga tidak diduga-duga. Demikian pendapat Frank Hill, Associate Director Solar Synoptic Network NSO, seperti dikutip dari News24, 16 Juni 2011.

Temuan di atas diperkuat dengan 3 penelitian yang menggunakan pendekatan sangat berbeda terhadap Matahari. Kesimpulan yang didapat adalah satu hal yang sama. Berarti, hal ini menunjukkan indikasi yang sangat kuat bahwa siklus bintik Matahari akan menuju ke hibernasi.

Aktivitas Matahari cenderung naik turun setiap sekitar 11 tahun. Solar maximum dan solar minimum yang masing-masing menandai perbalikan kutub mangnet Matahari terjadi setiap 22 tahun.

Para pakar kini menganalisa apakah periode non aktif ini merupakan Maunder Minimum, yakni periode di mana Matahari jarang memunculkan bintiknya dan bisa berlangsung selama 70 tahun. Sebelum ini, Maunder Minimum pernah terjadi pada tahun 1645 sampai 1715 lalu.

“Jika perkiraan kami benar, ini mungkin akan menjadi solar maximum terakhir yang akan kita lihat dalam beberapa dekade ke depan,” kata Hill. “Itu akan mempengaruhi berbagai hal, mulai dari penjelajahan angkasa luar sampai ke perubahan iklim di Bumi,” ucapnya.

Hasil temuan ketiga penelitian yang berbeda itu sendiri diumumkan pada pertemuan tahunan Solar Physics Division dari American Astronomical Society di New Mexico, Amerika Serikat.

Video Komet Kamikaze ke Matahari

video-komet-kamikaze-ke-matahari

Komet Kamikaze ke Matahari. Sebuah komet yang belum sempat diberi nama melakukan aksi kamikaze dengan menabrakkan diri ke Matahari (Comet Death Dive Into Sun) pada 5 Juli 2011 pekan lalu. Berdasarkan hasil penelitian, komet tersebut diperkirakan terbuat dari bahan es.

Para peneliti mengatakan bahwa sebagian besar komet sungrazer yaitu komet yang bergerak sangat dekat dengan matahari, diyakini berasal dari pecahan-pecahan komet raksasa yang hancur beberapa abad yang lalu.

Komet sungrazer yang umumnya terbuat dari debu, bebatuan, dan es, sangat jarang terdeteksi saat di dekat Matahari. Hal ini dikarenakan cahaya mereka tertutup oleh terangnya solar disk atau piringan cahaya yang berada di sekeliling matahari.




Video Jarak Dekat Saat Matahari Melontarkan Api

video-jarak-dekat-saat-matahari-melontarkan-api
Video Jarak Dekat Saat Matahari Melontarkan Api. Menyaksikan peristiwa dalam video ini saat material surya yang menyala-nyala jatuh kembali ke permukaan Matahari setelah terlontar saat terjadi erupsi Matahari, 7 Juni 2011 lalu sungguh menakjubkan. Solar Dynamics Observatory (SDO) mencatat peristiwa ledakannya.




Minggu, 19 Februari 2017

Bintik Matahari Memicu Ledakan Besar Menuju Bumi

Bintik Matahari Memicu Ledakan Besar Menuju Bumi
Info Antariksa | Ada bintik-bintik besar di Matahari yang terbagi menjadi beberapa kelompok. Kejadian berupa munculnya binti-bintak Matahari ini diperkirakan akan mengakibatkan ledakan besar yang mengarah ke Bumi dalam hitungan beberapa hari ke depan.

Kluster bintik Matahari ini, oleh para ahli antariksa, disebut dengan AR 1476. Masing-masing dari empat bintik tersebut memiliki ukuran yang lebih besar dari Bumi. Keempat bintik ini lalu berubah menjadi bintik Matahari super besar (raksasa) yang dapat dilihat oleh teknologi milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), yaitu Atmospheric Imaging Assembly (AIA).

Berdasarkan pendapat para peneliti, bintik ini berbentuk noktah hitam di permukaan Matahari sebagai akibat terjadinya aktivitas magnetik di bawah permukaan Matahari. pada saat medan magnet ini terlepas, maka terjadilah ledakan Matahari yang umumnya dibarengi dengan penglepasan radiasi dalam jumlah yanmg sangat besar.

Dan bila sika sampai ke Bumi, efek dari radiasi tersebut dapat membakar satelit yang ada di orbit. Dan sangat membahayakan jiwa astronaut yang sedang berada di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Aka tetapi, sistem pertahanan elektromagnetik Bumi, magnetosfer akan menahan sebagian besar dari radiasi inisehingga dapat mengurangi resiko bahaya. Meskipun terdapat partikel yang tetap terlepas, hanya akan menyebabkan munculnya fenomena aurora indah yang dapat dilihat di wilayah Arktik dan Antartika.

Menurut situs Space Weather, Senin (7/5), dengan sedikitnya jumlah empat inti yang lebih besar dari Bumi ini, AR 1476 yang membentang lebih dari 100.000 kilometer dari ujung ke ujung maka menjadikannya mudah untuk ditangkap oleh teleskop Matahari.

Ledakan inti matahari ini terjadi setiap saat dan berupa gelombang elektromagnetik yang akan memberikan efek atau pengaruh terhadap cuaca antariksa. Badai matahari yang pada saat ini banyak dibicarakan adalah solar flare namun dengan kekuatan yang jauh lebih dahsyat.

Dalam rentang waktu antara 2005-2010, aktivitas Matahari terbilang lebih tenang dikarenakan hanya menghasilkan ledakan dan ejeksi koronal (CME) yang sedikit. Ketika memasuki tahun 2012, aktivitas Matahari kembali naik dan diprediksi akan mencapai puncaknya pada tahun 2013 nanti.

Berbagai Mitos Mengiringi Gerhana Matahari

gerhana matahari
Bagi sebagian orang, ada mitos-mitos yang mengiringi setiap peristiwa gerhana Matahari. Di antara mitos-mitos  tersebut adalah adanya sosok yang menyeramkan yang ingin menelan Matahari bahkan sampai sembilan Matahari yang hilang.

Sebagaimana telah diinformasikan sebelumnya, Gerhana Matahari cincin akan terjadi di sebagian besar wilayah Asia, Pasifik dan Amerika Utara bagian barat pada Minggu (20/05/2012) ini. Dalam perjalanan sejarah gerhana Matahari telah muncul berbagai kisah mitologi bahkan mistis.

Berikut ini merupakan rangkuman dari beberapa cerita mitologis yang mengiringi peristiwa gerhana Matahari tersebut.

1. Naga Pemakan Matahari

Dalam sebuah mitologi yang diyakini di masa China kuno, orang-orang orang-orang sangat meyakini bahwa gerhana Matahari dikarenakan adanya iblis atau naga yang telah menelan Matahari. Keyakinan akan hal ini lalu memunculkan tradisi yang membunyikan drum atau kembang api untuk mengusir mahluk pemakan Matahari tersebut.

Walaupun keyakinan akan naga yang menelan Matahari dalam peristiwa gerhana beredar luas, akan tetapi berdasarkan bukti yang ditemukan dalam sepotong tulang berusia 3000 tahun didapati bahwa para ahli astronomi China kuno telah mengetahui kalau gerhana adalah fenomena alam. Pengetahuan tentang gerhana adalah peristiwa alam sesungguhnya telah diketahui sejak masa 720 sebelum masehi.

2. Matahari Dikejar Serigala Skoll

Berbeda dengan mitos yang diyakini China, gerhana Matahari menurut legenda Norse kuno adalah terkait dengan Dewi Matahari, yaitu Sol yang sedang berkelana melintasi langit. Digambarkan Sol terus berlari karena dikejar oleh serigala Skoll yang berambisi untuk memakannya. Maka gerhana Matahari adalah pertanda kalau srigala Skoll keberadaanya telah sangat dekat dengan dewi Matahari, Sol.

Lebih jauh orang-orang Norse kuno memiliki kepercayaan kalau suatu hari nanti Matahari akan berhasil dimakan oleh skoll. Dalam mitos Norse kuno tersebut juga diramalkan tentang adanya Ragnarok, yaitu suatu kondisi pada saat Dewa telah mati. Pada saat itulah Bumi akan diempas oleh gelombang yang sangat besar.

Peristiwa hantaman ombak raksasa ini menyebabkan Bumi menjadi bersih. Dan selanjutnya akan dibangun ulang oleh sepasang manusia yang selamat dari terjangan ombak.

3. Berlayar dalam perahu Matahari

Lain China, lain Norse kuno, lain pula mitos yang berkembang di Mesir Kuno. Dalam mitologi Mesir Kuno ada satu dewa yang paling penting, yaitu Ra. Ra adalah dewa yang berkepala elang dan merupakan dewa Matahari. Dalam kesehariannya, Ra memimpin sebuah perahu yang banyak berisi dewa guna melintasi langit.

Ketika malam hari, Ra  kembali ke barat lewat jalan akhirat (underworld) dengan membawa cahaya untuk jiwa -jiwa yang sudah mati. Diceritakan dalam mitos tersebut bahwa perjalanan Ra melintasi langit adalah perjalanan yang sangat berbahaya.

Letak bahaya dari perjalanan Ra adalah adanya Apep, yaitu dewa Ular Laut yang jahat. Apep selalu berusaha untuk menghentikan perjalanan Ra. Bila terjadi gerhana Matahari maka diyakini Apep telah berhasil menghentikan Ra,walaupun pada  akhirnya Ra, dewa Matahari berhasil meloloskan diri.

Minggu, 05 Juni 2011

Rusia Kirim Pesawat Menuju Matahari

Rusia Kirim Pesawat Menuju Matahari

badai matahari
Pada tahun 2015, Rusia berencana mengirim pesawat menuju Matahari. Hal ini disebabkan Matahari merupakan salah satu bintang terbesar di antariksa. Tetapi, sampai dengan sekarang belum ada ilmuwan yang mampu melakukan penelitian dari jarak dekat.

Pada Saat sekarang ini ada beberapa ilmuwan yang dari beberapa negara yang tergabung dalam helio-physicists telah membuat alat guna mendekati Matahari, adar dapat meneliti Matahari dari jarak yang sedekat mungkin. Agar penelitian tersebut berhasil, Rusia berencana akan mengirim pesawat ruang angkasa ke Matahari.

Ide gila yang pertama umtuk mengirimkan pesawat ruang angkasa ke Matahari ini berasal dari sekelompok ilmuwan Rusia pada tahun 1970 (di masa Brezhnev). Namun, di awal proyek pertamanya, pesawat tanpa awak yang dibuat secara teknis dinyatakan tidak laik.

Sekarang para ahli dari Institute of Terrestrial Magnetism, Ionosphere and Radio Wave Propagation atau Pushkov (IZMIRAN), Physics Institute of the Academy of Sciences (FIAN) dan para peneliti lainnya, sedang bekerja keras untuk menyelesaikan proyek  Interhelioprobe. Direktur Lembaga Studi Luar Angkasa dengan Akademisi Ilmu Pengetahuan Rusia, Lev Zelyony, mengatakan tidak menutup kemungkinan bahwa pesawat antariksa ini nanti akan bisa mendekati Matahari pada ketinggian 10-12 solar radii.

Disadari betul bahwa dengan jarak sedekat itu, ancaman bahaya memang akan datang. Selain bahaya overheating, juga bahaya penguapan sinar di bawah Matahari yang bisa menyebabkan kesalahan dalam pengukuran.

Oleh karena itu, yang akan menjadi prioritas adalah mengembangkan perisai panas yang mampu menahan suhu sampai 600 derajat Celcius. Nantinya, bahan perisai itu akan dibuat dari bahan tungsten, molybdenum, dan bahan tahan api lainnya.

"Mendekati Matahari diperlukan untuk mempelajari fenomena seperti 'solar flares'," kata Vladimir Kuznetsov, Direktur IZMIRAN. "Yang paling penting juga untuk mempelajari siklus Matahari dan dinamo Matahari, karena sampai hari ini kami masih tidak dapat memprediksi awal dan amplitudo siklus ini."

Menurut Kuznetsov, jika mampu mempelajari serta memprediksi siklus Matahari, akan memungkinkan untuk mengurangi dampak bahaya bagi Bumi.

Selain Rusia, proyek serupa juga dilakukan di negara lain. Ilmuwan Eropa yang bekerja untuk Solar Orbiter juga tengah meneliti Matahari dari jarak 60 solar radii (jarak ini sedikit lebih dekat dari orbit Merkurius). American Solar Probe akan mendekati Matahari pada jarak hanya 8.5 radii dari permukaan.

Namun, Solar Orbiter baru akan diluncurkan pada 2017, dan Solar Probe pada tahun 2018. Sedangkan pesawat milik Rusia itu, diyakini para ilmuwan akan diluncurkan pada 2015.

Matahari

[Matahari][recentbylabel2]

Planet

[Planet][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done