Berita Antariksa Terbaru: Meteor
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Meteor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meteor. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Mei 2011

Krotite  ( Materi Awal Tata Surya ) Ditemukan di Afrika Dalam Meteorit

Krotite ( Materi Awal Tata Surya ) Ditemukan di Afrika Dalam Meteorit

Krotite  ( Materi Awal Tata Surya ) Ditemukan di Afrika Dalam Meteorit. Meteorit berusia 4,5 miliar tahun telah ditemukan di barat laut Afrika. Meteorit tersebut berisi Krotite yaitu jenis mineral  baru pembentuk tata surya yang belum pernah ditemukan sebelumnya.

Krotite adalah jenis mineral yang belum pernah ditemukan sebelumnya, menurut Anthony Kampf, kurator dari Ilmu Mineral dari Natural History Museum di Los Angeles County. Demikian seperti yang dikutip dari Pravda, Rabu (11/5/2011).

"Mineral ini belum diketahui sebelumnya sampai akhirnya kita temukan. Hal ini cukup dramatis," ujar Kampf

Meteorit yang membawa mineral Krotite adalah NWA 1934 CV3 carbonaceous chondrite. Meteorit ini adalah bekas dari elemen awal yang membentuk planet-planet.

Krotite ini terbentuk atas kalsium, alumunium dan oksigen. Untuk membentuk Krotite tersebut dibutuhkan suhu 1500 derajat celsius. Hal inilah yang memunculkan dugaan kalau mineral ini terbentuk pada awal lahirnya tata surya, ketika kabut nebula dan planet mulai terbentuk.

Jumat, 06 Mei 2011

Panduan Menyaksikan Hujan Meteor Aquariids

Panduan Menyaksikan Hujan Meteor Aquariids

Panduan Menyaksikan Hujan Meteor Aquariids. Untuk menonton hujan meteor Eta Aquariids nanti malam hingga dua hari ke depan ada baiknya membaca beberapa panduan di bawah ini:

Pertama, hujan meteor Eta Aquariids bisa dilihat di seluruh wilayah Indonesia, ini berarti siapapun bisa melihat fenomena ini dengan mata telanjang, tanpa harus menggunakan alat bantu apapun.

"Hujan meteor ini berlangsung sejak akhir April sampai pertengahan Mei, yang puncaknya ada di tanggal 6 sampai 8 Mei," ujar Profesor Dr Thomas Djamaluddin, pakar Astronomi dan Astrofisika dari Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN), di Jakarta, Jumat (6/5/2011).

Kedua, Thomas mengatakan bahwa saat terbaik untuk menonton hujan meteor Eta Aquariids adalah saat sebelum sampai sesudah Shubuh. Jadi sebaiknya Anda tidur agak awal agar bisa bangun di saat hujan meteor terjadi.

Ketiga, dikatakan pula oleh Thomas bahwa untuk melihat hujan meteor ini ada beberapa syarat kondisi, yakni langit harus cerah dan bebas polusi cahaya. Jadi sebaiknya matikan lampu dan naik ke lantai atas rumah atau cari lokasi yang gelap dan agak tinggi untuk menyaksikan hujan meteor ini.

Keempat, Thomas Djamaluddin juga mengatakan bahwa hujan meteor Eta Aquariids tidak akan mengancam Bumi. Jadi janganlah cemas kalau nanti meteor tersebut akan menabrak rumah Anda.

Kelima, cuci muka agar tidak mengantuk ketika melihat hujan meteor Eta Aquariids, karena di masa puncaknya Thomas Djamaluddin mengatakan bakal ada 60 meteor yang meluncur tiap jamnya.

Keenam, kalau Anda tetap melewati fenomena ini, santai saja, karena hujan meteor Eta Aquariids menurut Thomas terjadi setiap tahunnya pada bulan April sampai Mei. Tunggu saja sampai tahun depan.
Hujan Meteor Eta Aquariids Selama Tiga Hari

Hujan Meteor Eta Aquariids Selama Tiga Hari

Meteor Eta Aquariids
Hujan Meteor Eta Aquariids. Bagi para penggemar astronomi di Indonesia, selama tiga hari kedepan dimulai malam ini hingga dua hari ke depan akan menyaksikan hujan meteor Eta Aquariids.

Hujan meteor Eta Aquariids akan tampak di seluruh wilayah Indonesia, yang puncaknya ada di tanggal 6 sampai 8 Mei, makanya kawan bloger jangan tidur melulu. Bangun dan saksikan fenomena alam ini. Bila perlu ambil gambar dan rekam.

Hujan meteor Eta Aquariids berasal dari debu-debu sisa pembakaran komet Halley. Disebut Eta Aquariids karena biasanya nampak di konstelasi rasi bintang Aquarius, dekat di bintang paling terang di konstelasi tersebut, yaitu Eta Aquarii. Info ini spesial buat sahabat bloger lho.....

Fenomena hujan meteor Eta Aquariids terjadi setiap tahun. Hujan meteor ini akan berlangsung mulai akhir April sampai pertengahan Mei nanti, namun mencapai puncaknya pada tanggal 6 sampai 8 Mei, dengan jumlah 60 meteor per jam.

Fenomena hujan meteor Eta Aquariids ini bisa dilihat sebelum Shubuh di langit sebelah timur, dengan catatan kondisi langit cerah dan bebas polusi cahaya,dan mata sahabat bloger melek alias tidak tidur he he he....

Senin, 11 April 2011

Penemuan Asteroid Baru

Penemuan Asteroid Baru


Seorang mahasiswa dari Karunya University di India telah menemukan sebuah asteroid baru bersama dengan temannya asal China.

Pihak kampus mendapat informasi dari International Asteroid Search Collaboration (IASC) yang menyatakan bahwa Atul Felix Payapilly dan temannya Zhang dari China telah menemukan asteroid 'Asteroid 2010 RR52'. Demikian seperti yang dikutip dari Deccan Herald, Senin (11/4/2011).

"Nama yang diberikan untuk asteroid tersebut masih bersifat sementara. Ke depannya orbit dari asteroid tersebut masih akan diteliti lagi," ujar Dr. Patrick Miller, pendiri dari IASC.

Asteroid tersebut akan diberi nomor dan dimasukkan dalam katalog yang dikelola oleh Minor Planet Center dan International Astronomical Union di Paris.

Begitu asteroid itu sudah dapat nomor, pelajar yang menemukan asteroid tersebut boleh memberinya nama, yang mana akan disetujui oleh International Astronomical Union.
Mineral Jenis Baru Ditemukan di Meteorit

Mineral Jenis Baru Ditemukan di Meteorit


NASA dan para peneliti dari Amerika Serikat (AS), Korsel serta Jepang menemukan jenis mineral baru bernama 'Wassonite' di meteorit yang ditemukan di Antartika pada Desember 1969.

Meteorit tersebut mungkin berasal dari asteroid yang mengorbit antara planet Mars dan Jupiter. Wassonite adalah jenis mineral terkecil namun penting, yang diidentifikasi di meteorit yang berusia 4,5 miliar tahun tersebut. Demikian seperti yang dikutip dari Psysorg, Kamis (7/4/2011).

Tim peneliti yang dipimpin oleh Keiko Nakamura-Messenger, ilmuwan dari NASA, menambahkan temuan tersebut ke dalam daftar yang berisi 4.500 jenis mineral yang sudah disetujui oleh International Mineralogical Association.

"Wassonite adalah sebuah mineral yang terbentuk hanya dari dua elemen, sulfur dan titanium. Mineral tersebut memiliki struktur kristal unik yang belum pernah diteliti," jelas Nakamura-Messenger.


Pada tahun 1969, anggota dari Japanese Antartic Research Expedition menemukan sembilan meteorit di Pegunungan Yamato, Antartika. Lalu pihak AS dan Jepang melakukan pencarian lanjutan di sana dan menemukan lebih dari 40 ribu spesis, termasuk meteorit dari Mars.

Para peneliti menemukan Wassonite dikelilingi oleh mineral tambahan yang kini juga masih diselidiki. Wassonite berukuran kurang dari seperseratus lebar rambut manusia atau 50x450 nanometer.

Dengan ukuran sekecil itu, mustahil untuk menemukan Wassonite tanpa bantuan mikroskop elektron transmisi milik NASA, yang mampu menentukan komposisi Wassonite dan struktur atomnya.

Kamis, 13 Januari 2011

Meteor Hijau Melintasi Langit AS

Sebuah bola api menakjubkan terlihat melintas di langit timur Amerika Serikat, Selasa 11 Januari 2011 malam. Saat menuruni Bumi, benda itu mengeluarkan kilat cahaya menyilaukan, menerangi malam.

"Aku melihat bola api raksasa jatuh dari langit," kata saksi mata Rodney Anderson seperti dimuat situs www.ksla.com.

Ia mengaku gugup saat itu. "Yang bisa kupikirkan, hanya bayangan soal kiamat 2012 -- setelah kematian massal ikan dan ribuan bangkai burung jatuh dari langit."

Gambaran tentang bola api besar yang melintas juga datang dari pasangan Bruce dan Beverly Faulkne. Mereka mengaku melihatnya saat membelokkan mobil menuju pekarangan mereka di Mississippi.


"Sebelum aku berbelok dengan sempurna, benda itu sudah menghilang," kata Bruce yang mendeskripsikan meteorit yang ia lihat seukuran mobil SUV dan memiliki ekor berwarna oranye.

"Kami pikir jika 10 kaki lebih rendah,  bola api itu bisa membakar gudang pertanian milik kami atau apapun," kata Bruce Faulkne.
Badan Meteorologi setempat mengaku menerima lusinan telepon soal penampakan cahaya misterius di langit.

Sementara, Randle Drane, Direktur Manajemen Darurat di Copiah County, Mississippi, mengatakan, tak hanya melihat kilatan cahaya, warga juga melaporkan mendengar suara ledakan.

"Pasukan pemadam kebakaran dan sukarelawan pergi mencari tahu apa yang terjadi, tapi mereka pulang dengan tangan kosong," kata Drane, seperti dimuat Daily Mail.

Apa benda mistrius itu? Pejabat setempat mengatakan bahwa sinar misterius yang bisa terlihat dari Oklahoma sampai Florida itu diduga kuat adalah meteorit.

Diduga kuat batu luar angkasa itu mungkin mengandung tembaga, itu berdasarkan kesaksian beberapa saksi yang melaporkan melihat semburat hijau terang dari meteorit itu.

Seorang astronom amatir, Bryan Bergon sempat mengabadikan meteorit tersebut. Ia sedang mengamati konstelasi Orion saat tiba-tiba terlihat cahaya terang di langit.

Sementara, Kantor Sheriff  Sebastian County  di Arkansas mengatakan meteorit diduga kuat menghantam wilayah di dekat Poteau Mountain, Oklahoma sekitar pukul 20.30 waktu setempat.

Dr. Alexander Ruzick dari Portland State University mengatakan meteorit adalah hal yang biasa yang bisa terjadi di seluruh dunia.

Pada 8 Oktober 2009, meteorit juga 'mampir' di Bone, Sulawesi Selatan.

Menurut perkiraan Badan Antariksa AS, NASA, asteroid yang meledak di Bone berdiameter 10 meter dengan kekuatannya tiga kali bom atom yang meluluhlantakkan Hiroshima atau 50 ribu ton TNT (bahan pembuat bom). Asteroid Bone adalah salah satu yang terbesar yang pernah diobservasi.

Beruntung, asteroid itu tak menyebabkan kematian dan kehancuran massal. Menurut ahli astronomi, Peter Brown dari University Western Ontario, Canada, kehancuran tak terjadi karena meledak pada ketinggian  15 sampai 20 kilometer di atas permukaan bumi.

Matahari

[Matahari][recentbylabel2]

Planet

[Planet][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done