Penemuan Kuil Zaman Nabi Daud - Berita Antariksa Terbaru
News Update
Loading...

Minggu, 19 Februari 2017

Penemuan Kuil Zaman Nabi Daud

Penemuan Kuil Zaman Nabi Daud
Kuil Zaman Nabi Daud | Para Ilmuwan bidang arkeologi (arkeolog) telah menemukan satu kuil lagi yang merupakan jejak sejarah peradaban kuno. Hebatnya, kuil yang baru saja ditemukan ini telah dikisahkan dalam kitab suci Islam dan Nasrani. Kuil tersebut diprediksi buatan pada zaman Nabi Daud.

Proses Ekskavasi atau penggalian Kuil Zaman Nabi Daud tersebut dilaksanakan pada sisa-sisa kota Khirbet Qeiyafa memiliki umur kurang lebih 3.000 tahun. Lokasi kota tersebut berada pada jarak sekitar 19 mil atau 30 kilometer arah tenggara kota Jerusalem.

Dalam penemuan Kuil Zaman Nabi Daud tersebut terungkap adanya tiga ruangan besar yang berfungsi sebagai kuil dan artifak-artifak. Ditemukan juga termasuk peralatan, tembikar dan benda-benda yang diperuntukkan bagi pemujaan.

Ketiga ruangan besar yang terdapat pada Kuil Zaman Nabi Daud itu merupakan bagian dari sebuah kompleks bangunan yagn lebih luas. Artifak yang ditemukan juga termasuk lima batu berdiri, dua altar dari batuan basalt, dua tembikar dan dua kuil portabel. Ada satu kuil yang bersifat portabel dan dibuat dari tembikar, sementara yang satu lagi terbuat dari pahatan batu.

Kuil yang ditemukan itu mencerminkan gaya arsitektur dari zaman Nabi Daud (King David) dan merupakan bukti pertama dlam persembahan di waktu itu. Keberhasilan penemuan ini kemudian dipublikasikan dalam buku "Footsteps of King David in the Valley of Elah".

Penemuan yang besar ini memberi tawaran sebuah petunjuk tentang Israel kuno yang meyakini hanya satu Tuhan dan adanya larangan penggunaan figur manusia ataupun hewan. Petunjuk ini didasarkan bahwa dalam kuil yang ditemukan tersebut tidak terdapat figur manusia ataupun hewan sebagaimana yang terdapat pada situs-situs lain yang sudah lebih dulu ditemukan. Bahkan tidak terdapat satu tulang babipun yang ditemukan di situs yang baru ditemukan tersebut.

Penemuan Kuil Zaman Nabi Daud ini memberikan indikasi bahwa penduduk Khirbet Qeiyafa menaati dua larangan injil terhadap babi atau gambar. Dalam beribadah, mereka mempraktikkan peribadatan yang berbeda dengan suku Kanaan atau Philistin.

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done