Berita Antariksa Terbaru: Sain
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Sain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sain. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Juni 2019

Satelit Jepang Menembus Planet Venus

Satelit Jepang Menembus Planet Venus

Satelit Jepang Menembus Planet Venus
Jepang makin menunjukkan tajinya dalam penjelajahan luar angkasa. Tak hanya berhasil mendaratkan roket Hayabusa yang membawa membawa sampel asteroid pertama ke Bumi.

Selasa 7 Desember 2010, satelit Jepang siap memasuki orbit Venus dalam misi dua tahun yang akan menjadi tonggak program luar angkasa negeri sakura itu. Sekaligus, menjawab pertanyaan soal iklim tetangga misterius Bumi itu.

Satelit yang dinamakan 'Akatsuki' yang berarti 'Fajar' akan menjadi satelit pertama Jepang yang mengorbit planet lain. Amerika Serikat dan Eropa telah lebih dulu melakukannya.

Para ilmuwan mengaku mereka sempat kehilangan kontak dengan satelit tanpa awak itu Selasa pagi.

Juru bicara Badan Antariksa Jepang (JAXA), Tsutomu Yoshioka mengatakan, akibat ganguan tersebut, dibutuhkan waktu beberapa jam lebih lama dari yang diharapkan untuk memutuskan status satelit.

Akatsuki yang diluncurkan 20 Mei 2010 dirancang untuk memantau aktivitas gunung berapi di Venus dan menyediakan data tentang cakupan awan tebal dan iklim, termasuk apakah planet ini memiliki petir. Satelit ini ini dilengkapi dengan kamera inframerah dan instrumen lainnya untuk melaksanakan misinya.

Satelit berharga US$300 juta ini ditujukan untuk mengorbit di sekitar Venus, mulai 300 kilometer sampai 80 ribu kilometer -- jarak yang memungkinkan memonitor pola cuaca secara komperehensif.

Salah satu misteri yang ingin dipecahkan para ilmuwan adalah intensitas angin permukaan Venus yang diyakini memiliki kecepatan sampai 360 kilometer per jam.

Menembus orbit Venus adalah sukses besar bagi Jepang yang pernah gagal menempatkan satelitnya di orbit mars. Satelit ke Mars yang diberi nama Nozomi, atau "Harapan" yang diluncurkan pada tahun 1998 mengalami serangkaian masalah teknis.

Untung satelit Hayabusa berhasil sukses memawa sample Asteroid Itokawa -- ini jadi dorongan semangat bagi program luar angkasa Jepang.

Apalagi, dalam beberapa tahun terakhir, Jepang dibayang-bayangi langkah besar China yang bahkan telah dua kali mengirimkan astronotnya ke luar angkasa sejak tahun 2003.

Padahal, Jepang duluan menjadi negara terkemuka di bidang penjelajahan luar angkasa dengan menjadi negara Asia pertama yang menempatkan satelitnya di sekitar orbit Bumi di tahun 1970 dan mampu mengembangkan roket pendorong yang handal.

• VIVAnews

Senin, 27 Mei 2019

Observasi ke Satu Juta Teleskop Hubble

Hubble
Tepat tanggal 4 Juli yang baru lalu, teleskop Hubble melakukan penelitian terhadap kemungkinan ketersediaan air di sebuah atmosfir eksoplanet. Penelitian pada obyek ini, menjadikannya sebagai misi observasi ke satu juta yang dilakukan oleh teleskop Hubble tersebut.

Charles Bolden, Administrator dari pihak NASA mengatakan bahwa, selama 21 tahun Hubble telah dijadikan pusat pengamatan sains utama. Dari misinya tersebut, Hubble telah memberikan kita banyak gambar-gambar baru dan indah di bidang astronomi.

Dalam observasi ke satu jutanya, Hubble melakukan observasi pada planet HAT-P-7b, yaitu sebuah planet gas raksasa yang massa-nya lebih besar daripada Jupiter, dan mengorbit pada bintang yang lebih panas dari Matahari kita.

Planet HAT-P-7b yang dikenal dengan sebutan Kepler 2b, telah dipelajari dengan seksama oleh teleskop Kepler. Pada obyek yang sama, Hubble lebih ditekankan untuk menganalisis komposisi kimia dari atmosfir planet itu.

Drake Deming dari University of Maryland dan Godard Space Flight Center bahwa yang sedang dicari dengan Hubble adalah kemungkinan adanya air. Dikatakan juga bahwa observasi ini cukup sulit karena untuk mendapatkan hasilnya mungkin memakan waktu berbulan-bulan.

Dengan kemampuannya, Hubble juga menjadi sangat cocok dalam upaya meneliti atmosfir eksoplanet.

Awan Berair Terbesar di Ruang Angkasa

awan berair terbesar
Sebuah awan yang mengandung air terbesar di ruang angkasa telah berhasil ditemukan oleh Para astronot. Awan tersebut diyakini mengandung lebih dari 140 triliun liter air. Jumlah ini lebih banyak dari yang ditemukan di Bumi. Keberadaan awan ini mengambang di sekitar kuasar jauh.

Penemuan awan ini merupakan awan yang paling jauh dan yang tertua. Jaraknya berkisar 12 miliar tahun lalu atau hanya 1.6 miliar tahun setelah Ledakan besar.

Awan yang ditemukan tersebut adalah salah satu objek yang paling kuat di alam semesta serta mempunyai keluaran energi matahari sebesar 1.000 triliun. Kekuatan yang dimilikinya bersumber dari materi spiral di dalam lubang hitam sepermasif pusat atau sekitar 20 miliar kali lebih besar dari massa matahari.

Kapasitas air yang ada dalam awan ini mencapai tidak kurang dari 100 ribu kali lebih besar dari massa matahari, atau setara dengan 34 miliar dari massa Bumi.

Penemuan ini dianggap sangat menarik. Karena tidak hanya terdeteksi air di jangkauan terjauh dari alam semesta, tapi kapasitasnya cukup untuk mengisi lautan di Bumi lebih dari 100 triliun.

Dari hasil pengukuran menunjukan ada cukup banyak gas yang akan membuat lubang hitam tumbuh menjadi enam kali lebih besar dari ukuran semula. Walaupun, beberapa gas mungkin berakhir dengan membentuk bintang sebagai gantinya atau dikeluarkan dari galaksi kausar sebagai sebuah arus perpindahan.

Diyakini, dalam galaksi Bima Sakti, setidaknya ada 4.000 kali lebih sedikit air gas daripada di kuasar. Sementara uap air di Bima Sakti hanya ditemukan di wilayah tertentu dengan jarak hanya beberapa tahun cahaya. Sedangkan air di kuasar jauh tampak merupakan yang tersebar pada jarak ratusan tahun cahaya.

Penemuan ini digambarkan dengan spektrograf yang disebut Z-Spec, yang beroperasi di sepanjang gelombang milimeter di Caltech Observatorium Submillimeter di Hawaii.

Terobosan yang datang dengan cepat dalam teknologi milimeter dan submilimeter, memungkinkan kita untuk mempelajari galaksi kuno yang tertangkap dalam tindakan formasi bintang dan supermasif lubang hitam.

Minggu, 19 Februari 2017

Rahasia Penyebab Pemanasan Global 150 Juta Tahun Lalu

seismosaurus
Seismosaurus (source:rupp-hansjoerg.de)
Info Antariksa | Percaya atau tidak, bahwa 150 juta tahun yang yang lalu telah terjadi pemanasan global (global warming). Dan tahukan Anda penyebabnya adalah sendawa dan kentut dinosaurus. Hal ini benar dan ini pula rahasia dibalik terjadinya pemanasan global tersebut.

Para Ilmuwan meyakini bahwa telah terjadi pemanasan global sekitar 150 juta tahun lalu. Dan penyebabnya adalah sendawa dan kentut dinosaurus, si hewan purbakala.

Para ilmuwan dari Liverpool John Moores University menyebutkan bahwa beberapa dinosaurus raksasa menderita gangguan gas dalam perutnya sesudah memakan tanaman berdaun. Mereka juga meyakini betul bahwa gas atau buang angin yang dikeluarkan dinosaurus bisa mengakibatkan pemanasan Bumi.

Logikanya adalah sama dengan sapi. Sesudah makan, sapi mengalami proses pencernaan yang kemudian menghasilkan gas metana. Logika sederhananya adalah mikroba yang tinggal di dinosaurus sauropoda kemungkinan telah menghasilkan metana yang cukup terhadap efek pada iklim mesozoikum.

Proses yang terjadi dalam percernaan saurupoda sama seperti yang terjadi pada pencernaan sapi. Yang membedakannya adalah bobot 20 ton tentu memiliki kuantitas gas yang jauh lebih besar. Dinosaurus ini dapat menghasilkan gas metana lebih banyak daripada semua sumber modern, baik alam maupun buatan manusia.

Menurut para ilmuwan tersebut, sauropoda mengeluarkan emisi metana global sebanyak 520 juta ton per tahun. Jumlah tersebut adalah sama dengan semua hewan dan aktivitas industri pada saat ini yang mengeluarkan emisi gas metana.

Sebagai informasi tambahan, beberapa waktu yang lalu telah diungkap bahwa kepunahan dinosaurus bukan dikarenakan tabrakan Asteroid dengan bumi. Para peneliti sekarang sedang menganalisis perbedaan dari variabilitas struktur tubuh pada kelompok-kelompok dinosaurus tertentu. Dengan melihat perubahan pada variabilitas itu, peneliti bisa membuat gambaran kasar mengenai kelangsungan hidup keseluruhan binatang purba tersebut.

Penemuan Kuil Zaman Nabi Daud

Penemuan Kuil Zaman Nabi Daud
Kuil Zaman Nabi Daud | Para Ilmuwan bidang arkeologi (arkeolog) telah menemukan satu kuil lagi yang merupakan jejak sejarah peradaban kuno. Hebatnya, kuil yang baru saja ditemukan ini telah dikisahkan dalam kitab suci Islam dan Nasrani. Kuil tersebut diprediksi buatan pada zaman Nabi Daud.

Proses Ekskavasi atau penggalian Kuil Zaman Nabi Daud tersebut dilaksanakan pada sisa-sisa kota Khirbet Qeiyafa memiliki umur kurang lebih 3.000 tahun. Lokasi kota tersebut berada pada jarak sekitar 19 mil atau 30 kilometer arah tenggara kota Jerusalem.

Dalam penemuan Kuil Zaman Nabi Daud tersebut terungkap adanya tiga ruangan besar yang berfungsi sebagai kuil dan artifak-artifak. Ditemukan juga termasuk peralatan, tembikar dan benda-benda yang diperuntukkan bagi pemujaan.

Ketiga ruangan besar yang terdapat pada Kuil Zaman Nabi Daud itu merupakan bagian dari sebuah kompleks bangunan yagn lebih luas. Artifak yang ditemukan juga termasuk lima batu berdiri, dua altar dari batuan basalt, dua tembikar dan dua kuil portabel. Ada satu kuil yang bersifat portabel dan dibuat dari tembikar, sementara yang satu lagi terbuat dari pahatan batu.

Kuil yang ditemukan itu mencerminkan gaya arsitektur dari zaman Nabi Daud (King David) dan merupakan bukti pertama dlam persembahan di waktu itu. Keberhasilan penemuan ini kemudian dipublikasikan dalam buku "Footsteps of King David in the Valley of Elah".

Penemuan yang besar ini memberi tawaran sebuah petunjuk tentang Israel kuno yang meyakini hanya satu Tuhan dan adanya larangan penggunaan figur manusia ataupun hewan. Petunjuk ini didasarkan bahwa dalam kuil yang ditemukan tersebut tidak terdapat figur manusia ataupun hewan sebagaimana yang terdapat pada situs-situs lain yang sudah lebih dulu ditemukan. Bahkan tidak terdapat satu tulang babipun yang ditemukan di situs yang baru ditemukan tersebut.

Penemuan Kuil Zaman Nabi Daud ini memberikan indikasi bahwa penduduk Khirbet Qeiyafa menaati dua larangan injil terhadap babi atau gambar. Dalam beribadah, mereka mempraktikkan peribadatan yang berbeda dengan suku Kanaan atau Philistin.

Cara Mengambil Data dari Kotak Hitam

black box, CVR, FDRSetiap terjadi kecelakaan penerbangan, termasuk pesawat Sukhoi SJ10 yang selalu menjadi bahan pembicaraan adalah kotak hitam (black box), selain korban dari kecelakaan tersebut. Blakc box tersebut juga menjadi target pencarian dengan misi harus ketemu.

Black box menjadi sangat penting karena didalamnya ada rekaman percakapan antara pilot dan menara pengawas dan juga aktifitas lain di dalam kokpit. Dengan ditemukannya benda tersebut maka ada harapan penyebab kecelakaan akan terungkap, minimal akan mendapatkan petunjunk penting.

Setelah kotak hitam dari pesawat yang mengalami kecelakaan sudah ditemukan maka pekerjaan selanjutnya adalah mengambil Cockpit Voice Recorder (CVR).

Langkah selanjutnya adalah memutar materi pada alat perekam dengan cara menghubungkannya pada sistem pembaca. Pada perekam solid-state, penyelidik dapat mengekstrak data hanya dalam bberapa menit.

Sering dijumpai, perekam data kokpit ini ditemukan dalam reruntuhan pesawat dengan kondisi sudah tidak bagus lagi dan terbakar. Jika demikian halnya maka papan memori harus dikeluarkan, dibersihkan, dan mengganti kabel antarmuka memori dengan yang baru.

alat pengambil data kotak hitam
Bila semuanya sudah mungkin maka memori akan terhubung dengan perekam yang dapat bekerja. Perekam yang digunakan mempunyai software khusus dengan tujuan untuk memudahkan pengambilan data tanpa merusak data yang di dalamnya.

Untuk pekerjaan ini, sangat memerlukan tim ahli. Maka dari itu, tim ahli umumnya dilibatkan dengan tugas menginterpretasi semua data yang tersimpan dalam CVR. Tim yang terlibat diambil dari representasi maskapai, wakil dari produsen pesawat, pakar keamanan transportasi, dan penyelidik keamanan udara.

Tim ini bekerja dengan sangat serius dan hati-hati serta sangat seksama agar dapat bekerja dengan sukses. Dalam proses selanjutnya, mereka akan mencerna dengan teliti percakapan dan suara yang terekam selama 30 menit dalam CVR. Karena ketelitian dan kehti-hatian maka proses tersebut dapat berlangsung sangat lama.

FDR dan CVR merupakat adalah dua perangkat fital dan sangat berharga dalam penyelidikan kecelakaan pesawat. Kedua perangkat ini terkadang menjadi hal dan penumpang yang selamat dalam kecelakaan pesawat.

Jika ditemukan dengan kondisi perekam yang masih baik maka perangkat tersebut menjadi petunjuk penting untuk mengungkap penyebab kecelakaan tanpa ada cara lainnya. Karena perannya yang sangat besar inilah maka para penyelidik selalu mencari kotak hitam atau black box.

Pengaruh Perubahan Iklim Terhadap Kelangsungan Hidup Orangutan

orangutan kalimantan
Pengaruh perubahan iklim terhadap kelangsungan hidup Orangutan - Menurut para peneliti bahwa perubahan iklim yang terjadi pada abad ini bisa memberikan pengaruh yang besar terhadap kelangsungan hidup spesies mamalia. Sebagian besar dari jumlah mamalia yang ada, secara perlahan-lahan akan mengalami penyusutan sebagai akibat dari area wilayah yang tidak lagi cocok bagi kelangsungan hidup mereka.

Selama ini para peneliti terlalu menganggap kecil dan sepele kerentanan beberapa spesies terhadap perubahan iklim. Akibatnya, banyak spesies mamalia tertentu yang tidak siap dengan lingkungannya sekarang dan mati. Maka ada banyak perkiraan yang bisa dilakukan pada spesies (mamalia) dan di mana mereka diproyeksikan untuk hidup berdasarkan iklim yang cocok.

Dengan adanya perubahan iklim yang ekstrem, beberapa hewan akan dapat hidup dengan atau justru lebih baik dari sebelumnya. namun sebagian yang lain, hewan spesies tertentu akan dapat menghadapi masalah dan kerugian yang bisa mengancam habitat untuk kelangsungan hidup mereka.

Hewan yang paling beresiko dan rentan terhadap perubahan iklim adalah primata (orangutan, kera, monyet). Hewan jenis ini sangat mungkin akan kehilangan 75 persen dari range atau jangkauan mereka guna menemukan habitat maupun tempat yang cocok untuk hunian mereka. Jenis primata akan menerima efek ancaman yang relatif jauh lebih besar terhadap perubahan iklim. Perubahan iklim ini terhadap  kelompok primata menjadi tidak ramah lagi.

Guna memperoleh perkiraan yang tepat tentang bagaimana terjadi penyusutan jumlah mamalia (primata) untuk jangka waktu beberapa dekade mendatang, tim peneliti yang dipimpin Carrie Carrie Schloss mengumpulkan informasi mengenai 493 spesies mamalia.

Selanjutnya, para peneliti menggunakan pendekatan korelatif terhadap hubungan antara seberapa besar ukuran binatang dan apa yang mereka makan. Penelitian ini diharapkan dapat memperkirakan seberapa jauh spesies tertentu dapat bergerak dari generasi ke generasi.76GW6MJUPS8C

Mengenal Kotak Hitam di Pesawat

bagian dalam kota hitam
Black box atau Kotak Hitam adalah sejumlah alat tertentu yang digunakan dalam alat transportasi udara atau pesawat terbang. Fungsi utamanya adalah sebagai perekam data penerbangan (flight data recorder, FDR) dan perekam suara kokpit (cockpit voice recorder, CVR) pesawat terbang.

Awal mula penggunaan Istilah kotak hitam dipakai pada masa perang dunia kedua (PD II). Alat tersebut tersimpan rapat didalam kotak yang terbuat dari baja khusus dan tahan terhadap guncangan serta panas. Pada setiap pesawat umumnya ada dua unit kotak hitam, yaitu satu terdapat pada bagian depan dan yang kedua terdapat pada bagian ekorpesawat.

Dalam kondisi normal, VCR mampu merekam suara dari empat channel sumber suara yaitu pilot pertama, pilot kedua, keseluruhan suara di kokpit, dan keseluruhan suara dari kru yang ada di kabin.

Menurut peraturan yang berlaku dalam regulasi penerbangan internasional, kotak hitam harus mampu merekam dalam durasi 30 menit sampai 2 jam terakhir secara otomatis.

Selain rekaman yang berupa suara, ada juga rekaman lain yang juga sama pentingnya adalah rekaman data penerbangan (FDR). FDR ini setidaknya harus merekam 15 sampai 32 parameter.

Diantara parameter yang harus direkam oleh FDR adalah parameter waktu, kecepatan, ketinggian, arah terbang, attitude atau sikap pesawat, tenaga mesin, posisi flight, tenaga udara, kondisi cuaca, kondisi auto pilot dan beberapa kondisi lainnya. Rekaman yang dilakukan FDR ini berlangsung selama 25 jam terakhir dan bersifat otomatis.

Bagaimana tahapan menganalisis blackbox?

Data CVR dibawa ke laboraturium dan selanjutnya didownload sampai akhirnya bisa terdengar rekaman suara. Kemudian diidentifikasi dan dituangkan dalam laporan tertulis di kertas. Proses analisis suara dari CVR biasanya memerlukan waktu setidak-tidaknya empat minggu.

Dan untuk menganalisis rekaman data penerbangan, FDR kemudian dibawa ke laboratorium untuk didownload. Hasil dari analisis rekaman FDR adalah data bilangan biner. Bilangan biner tersebut selanjutnya bisa dikonversikan kedalam angka-angka sehingga menghasilkan ratusan bahkan ribuan parameter. Selanjutnya data dianalisis dan dituangkan dalam laporan tertulis di atas kertas.

Data FDR juga dapat diolah agar mampu menghasilkan simulasi gambar dari setiap kejadian. Proses analisis FDR biasanya memerlukan waktu paling cepat 12 bulan bahkan hingga bertahun-tahun.

Matahari

[Matahari][recentbylabel2]

Planet

[Planet][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done