Berita Antariksa Terbaru: Asteroid
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Asteroid. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Asteroid. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Mei 2019

Material Asteroid Adalah Bahan Membangun Planet

Material Asteroid Adalah Bahan Membangun Planet
Material Asteroid Adalah Bahan Membangun Planet.. 27 Juni 2011 yang lewat, sebuah asteroid dengan nama 2011MD melintas di dekat Bumi. Dan jaraknya jauh lebih dekat bula dibandingkan antara jarak Bumi dengan Bulan.

Dengan berbondong-bondong, para sstronom dan ilmuwan dari seluruh dunia mengamati kehadiran asteroid 2011MD tersebut. Lalu pertanyaannya adalah : Apakah demikian pentingnya hingga kemunculan asteroid mendapat perhatian sedemikian luar biasa?

Dan jawabannya adalah "memang penting". Kenapa penting? Karena material pada asteroid merepresentasikan bahan untuk membangun sebuah planet. Demikian penjelasan Carol Raymond, Deputy Principal Investigator NASA. Hal ini berhubungan dengan posisi sabuk asteroid di tata surya berada di antara planet-planet dalam yang keras berbatu, sementara planet-planet luar terdiri dari gas, material yang ada di asteroid mengandung petunjuk mengapa planet-planet tersebut sangat jauh berbeda.

Menjadi contoh adalah asteroid Vesta dan planet kerdil Ceres yang terbentuk pada kisaran waktu kurang lebih sama yaitu sekitar 10 juta tahun setelah tata surya terbentuk. Tetapi pada saat sekarang ini, kedua benda angkasa itu kandungan komposisinya sangat jauh berbeda.

Vesta, yang dulu pernah meleleh secara total dan kemudian memadat kembali kini permukaannya menjadi sangat halus. Sedangkan Ceres, sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa ia pernah mengalami tahapan proses pelelehan.

Kemungkinannya adalah, Vesta mengalami lebih banyak benturan atau trabakan dengan benda-benda angkasa lainnya atau ia memiliki aluminium yang berbentuk radioaktif tingkat tinggi yang melepaskan panas saat pelepasan radioaktif. Dengan mempelajari setiap asteroid, ilmuwan dapat memecahkan misteri ini.

Selasa, 28 Mei 2019

Asteroid Sebesar Rumah Dekati Bumi

Asteroid Sebesar Rumah Dekati Bumi

Asteroid sebesar rumah pernah terdeteksi mendekati bumi Sebuah asteroid sebesar rumah dekati Bumi. asteroid yang bernama 2011 MD itu baru saja terdeteksi sedang dalam perjalanan menuju ke Bumi. Walau mendekati bumi, tetapi diperkirakan titik terdekatnya yakni pada 27 Juni mendatang, asteroid yang berukuran sama dengan sebuah rumah tersebut hanya akan melintas di dekat Bumi dalam jarak aman yaitu sekitar 17.700 kilometer.

Walau dikatakan aman, jarak 17.700 kilometer adalah jarak yang sangat dekat dengan bumi, karena 23 kali lipat lebih dekat dibanding jarak Bumi dengan Bulan.

Keuntungan dari jarak dan besarnya asteroid yang diberi nama 2011 MD tersebut adalah dimungkinkannya para pengamat langit yang hanya bermodalkan teleskop kecil sekalipun sudah dapat melihatnya. Titik terdekat asteroid dengan Bumi akan terjadi pada jam 13:26 GMT atau sekitar pukul 20:26 WIB.

Asteroid 2011 MD ini ditemukan pada tanggal 22 Juni kemarin 2011 oleh LINEAR, yaitu sepasang teleskop robotik yang berada di New Mexico, Amerika Serikat. Teleskop Linear ini mempunyai kemampuan memindai atau melakukan proses scaning kawasan langit guna menemukan asteroid yang berada di dekat Bumi.

Pada saat ini, yaitu tanggal 24 Juni 2011, asteroid 2011 MD diperkirakan memiliki ukuran lebar antara 9 sampai 45 meter. Dan menurut Emily Baldwin, seorang astronom dari Astronomy Now, asteroid ini tidak sampai membahayakan kehidupan di Bumi.

Walau sebesar rumah, bila ia masuk atmosfir akan habis terbakar di angkasa.

Perbedaan Asteroid, Komet dan Meteorid

asteroid

Dalam pandangan Near Earth Object Program NASA, asteroid adalah benda berbatu yang ukurannya relatif kecil dan tidak aktif serta mengorbit Matahari.

Komet, juga memiliki ukuran relatif kecil, akan tetapi terkadang merupakan suatu benda aktif yang menguapkan es yang dimilikinya ketika terkena sinar matahari dan kemudian membentuk atmosfir (coma) yang terdiri dari atas debu dan gas. Terkadang, dikarenakan komet bergerak sangat cepat, maka terbentuklah ekor yang terdiri atas debu dan atau gas.

Sedangkan Meteorid adalah partikel kecil yang terlepas dari komet ataupun asteroid. Di antara ketiga benda ini, asteroid adalah benda yang paling menarik untuk dipelajari para ilmuwan.
Sebagaimana diketahui, sampai saat ini, ilmuwan belum dapat memahami seluruhnya bagaimana kehidupan awal terbentuk dari zat organik yang tidak hidup, bisa tumbuh dan berkembang di Bumi. Dari mempelajari asteroid, dapat diketahui informasi dan penjelasan lebih banyak.

Sebagaimana tertuang dalam Fox News, 30 Juni 2011, asteroid seperti 2 Pallas dan 10 Hygiea, yang diyakini pernah memiliki air, tampak memiliki senyawa organik (berbasis karbon) di dalamnya.

Pada saat ini, asteroid tersebut mempunyai komposisi kimia yang lebih primitif (jadul)bila dibandingkan dengan Bumi. Kondisinya serupa atau mirip dengan pada saat tata surya kita masih baru terbentuk. Pendapat ini dikatakan oleh Carol Raymond, Deputy Principal Investigator NASA. Dia juga mengatakan bahwa dengan mempelajari asteroid, dapat diketahui bagaimana kehidupan bisa muncul di planet ini.

Raymond menyebutkan, ada beberapa kondisi yang menjadikan Bumi sangat kondusif bagi kehidupan di masa lalu. “Selain itu, ilmuwan berpendapat bahwa asteroid yang mendarat di Bumi pada zaman dahulu kala telah memberikan materi pembentuk yang membantu memulai kehidupan di planet ini,” ucapnya.

Bencana Asteroid Mengancam Indonesia

Bencana Asteroid Mengancam Indonesia

Indonesia sebagai wilayah yang berpotensi memiliki bencana asteroid diragukan oleh banyak pihak, namun bagi Observatorium Bosscha justru sebaliknya. Bosscha menyatakan bahwa wilayah Indonesia memang mempunyai potensi bencana tubrukan asteroid.

Adalah Kepala Observatorium Bosscha Hakim Malasan yang menyatakan bahwa Indonesia memang mempunyai potensi sangat buruk jika memperoleh tubrukan asteroid. Hal ini didasarkan pada jarak Lintang dan Bujur wilayah Indonesia.

Sesungguhnya hasil penelitian yang dirilis di Inggris tidaklah mengagetkan bila mengingat NASA pun pernah merilis daftar negara-negara yang mempunyai potensi akibat terburuk serangan benda langit atau asteroid. Dan Indonesia masuk sebagai salah satu wilayah yang mempunyai potensi buruk tersebut.

Lebih lanjut Hakim menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan, dan rata-rata benda langit yang jatuh adalah mengarah ke laut. Akan tetapi hal itu tidak berarti tidak akan mengarah ke darat dengan populasi padat. Sangat mungkin benda langit itu jatuh tepat di daratan yang berpenduduk sangat padat.

Mengenai banyak kalangan yang tidak percaya akan hasil penelitian Inggris tersebut, memang diakuinya dikarenakan dalam sejarah jatuhnya benda langit di Indonesia sangat minim.

Dalam penjelasan selanjutnya Hakim mengatakan, "catatan sejarah mengenai jatuhnya benda langit di Indonesia memang masih sedikit. Kawah-kawah yang dipercaya sebagai bekas tumbukan benda langit pun sedang diteliti. Apakah itu betul bekas tumbukan benda langit, atau hanya aktivitas vulkanik biasa."

Dikatakan oleh Hakim bahwa hasil penelitian tersebut mudah-mudahan dapat menambah catatan sejarah jatuhnya benda langit di Indonesia, serta makin meningkatkan kewaspadaan kita semua.

Senin, 20 Februari 2017

Asteroid Trojan Pengikut Bumi Ditemukan

asteroid trojan
Kini astronom telah berhasil menemukan asteroid ‘trojan’ pertama yang diketahui mengorbiti Matahari bersama-sama dengan Bumi. Asteroid berukuran tidak lebih dari 300 meter itu berada dalam jarak kurang lebih 80 juta kilometer dari Bumi. Asteroid ini ditemukan pertamakali oleh Wide-field Infrared Survey Explorer (WISE) milik NASA.

Orbit asteroid 'trojan' ini telah berhasil teridentifikasikan. Setidaknya, untuk jangka waktu 100 tahun ke depan, ia tidak akan mendekati Bumi dalam jarak kurang dari 24 juta kilometer. Penemuan terbaru ini kemudian dipublikasikan dalam jurnal Nature.

Trojan adalah asteroid yang menggunakan jalur orbit yang sama dengan planet yang ia tumpangi baik di depan atau di belakang orbit planet itu. Karena sifat mereka yang mengikuti di belakang atau mendahului di depan planet secara konstan, maka asteroid trojan tidak akan bertabrakan dengan planet yang bersangkutan.

Dalam sistem tata surya kita, Sudah ada asteroid trojan yang diketahui menumpang dalam orbit planet. Yaitu asteroid trojan pada orbit planet Neptunus, Mars, dan Jupiter. Selain itu, dua bulan milik Saturnus juga diikuti oleh asteroid trojan.

Ssungguhnya ilmuwan sudah memprediksi bahwa Bumi juga pasti punya trojan. Tetapi, keberadaannya masih sulit ditemukan karena ukurannya yang relatif kecil dan tampak berada di dekat Matahari jika dilihat dari Bumi.

“Asteroid ini sebagian besar waktunya dihabiskan untuk tinggal di siang hari, membuatnya sulit untuk dilihat. Namun akhirnya kita berhasil mendeteksi karena ia memiliki orbit yang tidak lazim yang membuatnya kadang bergerak menjauh dari Matahari, tidak seperti trojan biasanya,” kata Martin Connors, peneliti dari Athabasca University, Kanada.

Connors menyebutkan, WISE merupakan teleskop yang hebat. “Ia mampu memberikan kita sudut pandang sulit kita dapatkan jika kita memandangnya dari permukaan Bumi,” ucapnya.

Teleskop WISE mulai memindai seluruh langit menggunakan sinar inframerah, mulai Januari 2010 sampai Februari 2011. Pada periode itu, Connors dan timnya melakukan pencarian terhadap trojan milik Bumi menggunakan data dari NEOWISE, yang merupakan pelengkap misi WISE yang fokus ke pencarian Near Earth Object seperti asteroid dan komet.

Sebagai informasi, NEO merupakan benda yang melintas dalam jarak 45 juta kilometer dari Bumi. Selama periode pemindaian, proyek NEOWISE telah memantau 155 ribu asteroid di antara Mars dan Jupiter dan lebih dari 500 NEO yang 132 di antaranya belum pernah diketahui sebelumnya.

Penambangan Dan Pengeboran Asteroid

pengeboran asteroid dekat bumi
antariksa info - Pernahkah terbayang asteroid ditambang seperti penambangan di bumi dalam benak Anda? Ternyata kegiatan pertambangan di asteroid bukan hal yang mustahil. Para pakar dan penanam modal di Amerika telah mempersiapkan segalanya untuk hal tersebut. Pengeboran asteroid untuk diambil bahan tambanganya akan dilakukan dalam beberapa waktu kedepan

Adalah perusahaan asal Amerika, Planetary Resources yang akan mewujudkan kegiatan pertambangan yaitu eksplorasi dan eksploitasi barang tambang di asteroid yang paling dekat dengan bumi.

Dalam istilahya, Asteroid pernah dikatakan dengan planet minor atau planetoid. Asteroid adalah benda angkasa yang memiliki ukuran lebih kecil bila dibandingkan dengan planet, tetapi lebih besar bila dibandingkan dengan meteoroid. Asteroid umumnya terdapat pada bagian dalam system tata surya. Bila dilihat dari sisi visualnya, Asteroid tentu berbeda dari komet. Jika Komet menampakkan ekor atau yang disebut dengan koma, sedangkan asteroid tidak.

Langkah ingin melakukan kegiatan penambangan di asteroid terdekat dengan bumi disebabkan kandugan sumber daya alam yang luar biasa, belum lagi jaraknya yang memang “dekat” dengan bumi.

Mineral yang terkandung dalam asteroid yang menarik perhatian untuk dilakukan penambangan adalah air dan berbagai jenis logam seperti ruthenium, rhodium, palladium, osmium, iridium, atau platinum.

Di asteroid, kelompok logam platinum adalah logam yang banyak dibutuhkan dan lebih mudah didapat. Disampng itu kandungan platinum dalam asteroid jauh lebih melimpah bila dibandingkan dengan yang ada di bumi.

Keterlimpahan kandungan platinum dalam asteroid digambarkan dengan sebuah batu luar angkasa dengan lebar hanya 500 meter atau 1.650 kaki mengandung kelompok logam platinum yang setara dengan jumlah platinum yang pernah digali sepanjang sejarah manusia di bumi. Inilah yang menarik para investor untuk menanamkan modalnya dalam kegiatan tersebut. Bahkan rencana pertambangan luar angkasa tersebut disuppoer oleh pembuat film James Cameron sebagai penasihat dan salah satu pendiri Google, Larry Page, yag bertindak selaku penyandang dana atau investor.

Namun perusahaan yang akan melakukan kegiatan pertambangan di asteroid, Planetary Resources belum menyebutkan kepastian waktu pelaksanaan kegiatan pertambangan luar angkasa itu. Untuk saat ini perusahaan baru mengadakan persiapan untuk kegiatan pertambagan beberapa tahun kedepan.

Selama masa periapan, perusahaan akan memetakan sejumlah objek tambang apa yang akan digali untuk pertama kalinya serta misi luar angkasa apa yang akan digunakan. Planetary Resources juga telah mendesain teleskop luar angkasa denganbiaya rendah namun memiliki kemampuan memadai dan direncanakan akan mengorbit di dekat Bumi dalam 18 hingga 24 bulan yang akan datang.

Minggu, 19 Februari 2017

4700 Asteroid Mengancam Umat Manusia

peta asteroid baru, new asteroid map
Menurut NASA, ada 4700 Asteroid yang mengancam umat manusia. Keberadaanya danpat membahayakan eksistensi umat manusia di bumi.

Bahaya Asteroid telah dibuktikan dengan adanya peristiwa pada 65 juta tahun lalu, yaitu sebongkah batu angkasa yang sangat besar menabrak Bumi dan menyebabkan punahnya spesies dinosaurus, walupun teori terakhir manafikan punahnya dinosaurus karena asteroid. Dan satu lagi, keberhasilan asteroid menembus atmosfir Bumi sehingga menyebabkan ledakan dahsyat di Podkamennaya, Tunguska, Siberia, pada 30 Juni 1908 silam.

Hal itulah (postensi bahaya yang dimiliki Asteroid) yang menjadi sebab asteroid selalu menjadi obyek pengamatan para ilmuwan, khususnya NASA. Belum lama ini, sebuah observasi  yang dilakukan oleh Wide-field Infrared Survey Explorer (WISE) milik NASA berhasil mengungkap adanya sejumlah asteroid yang mempunyai potensi bahaya dalam sistem tata surya kita. Di samping potensi nahaya, hal lain yang terungkap oleh WISE adalah informasi terbaru tentang jumlah, asal-usul, dan potensi bahaya Asteroid.

Asteroid memiliki potensi bahaya atau potentially hazardous asteroid - PHA adalah sekumpulan batu angkasa yang dekat dengan Bumi. Orbit terdekat mereka dengan bumi adalah sekitar delapan juta kilometer. Ukuran mereka diprediksi sangat besar sehingga diperkirakan tetap dapat bertahan menembus atmosfer Bumi walaupun terbakar. Tingkat kerusakan yang ditimbulkan dapat mencapai skala regional atau bahkan jauh lebih besar lagi.

NEO WISE Project telah mengambil 107 PHA untuk melakukan perkiraan populasi secara keseluruhan. Dan hasilnya adalah ada sekitar 4.700 asteroid yang berpotensi membahayakan keberadaan manusia di bumi serta mempunyai diameter lebih dari 100 meter. Dari jumlah itu, baru 20-30 persen obyek yang behasil ditemukan.

Analisis NEOWISE lebih baik dari perkiraan kasar sebelumnya, dan lebih kredible dalam memperkirakan jumlah total dan ukuran asteroid.

Menyangkut asal-usul asteroid yang membahayakan, dimungkinkan berasal dari tabrakan antara dua asteroid yang terdapat dalam sabuk utama yang terletak di antara planet Mars dan planet Jupiter. Fragmen pecahan dari tabrakan tersebutlah yang kemudian melayang di orbit dekat Bumi dan akhirnya menjadi PHA.

Temuan terhadap hal ini sangat membantu para ilmuwan memahami asal-usul asteroid dan memberi peluang guna menghindari potensi bahayanya. Kecuali itu juga menjadi mengetahui komposisi batu angkasa: granit, batu, atau logam. Jenis informasi ini penting dalam menilai potensi bahaya asteroid. Komposisi akan mempengaruhi seberapa cepat mereka mungkin terbakar di atmosfer.

10 Negara Paling Beresiko Tabrakan Asteroid

asteroid tabrak bumi
10 negara paling berisiko | Sebagaimana diinformasikan sebelumnya bahwa ada 4700 asteroid yang membahayakan bumi. Temuan NASA tersebut sekanjutnya menjadi acuan studi para ilmuwan. Berdasarkan perhitungan cermat, para peneliti dari University of Southhampton berhasil mengidentifikasi bahwa ada 10 negara yang paling berpotensi mengalami kerusakan sangat parah akibat tabrakan asteroid di atas.

Dari hasil simulasi dengan menggunakan perangkat lunak, NEOimpactor, singkatan dari "NEO" atau Near Earth Object programme NASA, didapati ada 10 negara yang paling mempunyai resiko yaitu: China, Indonesia, India, Jepang, Amerika Serikat, Filipina, Italia, Inggris, Brazil, dan Nigeria.

Dari sepuluh negara yang beresiko, ada lima negara yang berpotensi kehilangan nyawa manusia paling banyak. Kelima negara tersebut adalah China, Indonesia, India, Jepang dan Amerika Serikat. Negara yang menghadapi dampak ekonomi paling parah karena hancurnya infrastruktur akibat tabrakan asteroid adalah Amerika Serikat, China, Swedia, Kanada dan Jepang.

Sekitar seratus tahun yang lalu sebuah kawasan terpencil di dekat Sungai Tunguska menjadi saksi hidup ledakan asteroid yang relatif kecil. Namun demikian, diameter bekas ledakan mencapai sekitar 50 meter dan menghanguskan serta membuat rata hutan. Jika jatuh dan meledak di tengah kota London atau New York, tentu dapat meluluhlantahkan semuanya.

Matahari

[Matahari][recentbylabel2]

Planet

[Planet][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done